Posts tonen met het label Warung hidup. Alle posts tonen
Posts tonen met het label Warung hidup. Alle posts tonen

dinsdag 21 maart 2017

Hari pohon nasional



pepohonan di taman sebelah desa

Datangnya musim semi ditandai dengan satu kegiatan yang menarik, yakni hari menanam pohon. Secara serentak, ada banyak kegiatan menanam pohon di seluruh Belanda. Biasanya dilakukan oleh anak-anak SD. Mereka dibimbing oleh ahli pohon yang biasanya bekerja sebagai pengawas hutan.

Hari pohon nasional ini sudah berlangsung selama 60 tahun. Dalam kurun waktu ini, sudah banyak sekali pepohonan yang ditanam secara masal. Salah satu hasilnya adalah Belanda yang semakin menghijau.

Indonesia dan negara-negara lainnya tentu juga memiliki kegiatan seperti ini. Mungkin dengan nama yang berbeda. Tujuan juga sama agar lingkungan semakin hijau dan sehat.

Kita juga bisa menghijaukan alam sekitar dengan menanam pepohonan. Jika tidak memiliki kebun yang luas, kita bisa menanam pohon yang kecil. Ada juga kemungkinan dengan menanam pohon yang memang dibuat khusus untuk ditanam di dalam pot. Saya memiliki pohon cherry yang sudah dibuat agar bisa ditanam di dalam pot. Moga-moga ahli pertanian di Indonesia sudah mau mengembangkan teknologi penanganan pohon untuk pot.

Selamat hari pohon ...
Bumi hijau dan sehat

vrijdag 13 januari 2017

Masih tentang lombok

Ternyata tulisan saya tentang menanam lombok sendiri mendapat tanggapan yang lumayan banyak. Ada yang mengatakan kalau hal itu tidak realistis dan tidak mudah untuk dilakukan. Memang saya menyadari hal itu. Tidaklah mudah untuk menanam lombok sendiri tapi bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan.

Ada yang mengatakan kesulitan untuk menanam sendiri di rumah yang tidak memiliki kebun atau ruang terbuka. Susah mendapatkan tanah sebagai media tanamnya. Tidak ada ruangan untuk menempatkan pot-pot tanaman. Tentu hal ini sangat bisa dimengerti. Kadang sangat susah untuk mendapatkan tanah sebagai media tanam. Tapi kalau kita mau mencari dan membeli tanah kompos, maka kita bisa memiliki tanaman dalam pot. Alasan tentang tidak ada tempat di dalam rumah, bisa dipecahkan dengan cara memakai pot-pot cantik dan dipakai sebagai hiasan di dalam rumah.



Indonesia kaya akan sinar mentari dan energy mentari ini akan membuat tanaman tumbuh dengan baik dan bisa sepanjang tahun diletakkan di luar. Dengan memiliki berbagai macam tanaman, rumah kita akan menjadi tambah berseri. Selain itu, kita akan memiliki pangan yang bebas bahan-bahan kimia (misalnya pestisida).

Saya memang tidak mampu memberi solusi tingginya harga cabe atau lombok. Tulisan dalam blog ini mengupas tentang hal-hal sederhana di sekitar kita. Untuk memiliki produksi lombok yang tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan Indonesia tentu dibutuhkan produksi pertanian lombok yang besar. Tidak cukup satu atau dua pot dalam rumah saja. Diperlukan petani-petani handal yang mampu memproduksi lombok dalam skala yang besar.

Sebagai contoh adalah Spanyol yang mampu memproduksi lombok dalam skala besar. Negeri ini selain mampu mengekspor lombok ke berbagai negara di Eropa juga mampu mengekspor sambal ulek ke Belanda, misalnya. Semoga Indonesia akan mampu menyamai Spanyol ...

Selamat mencoba.
Salam, dp

donderdag 12 januari 2017

Menanam lombok sendiri (repot dan tidak cukup)


Ada pesan yang masuk dari pembaca tentang tulisan kemarin tentang menanam lombok sendiri. Inti dari pesan itu adalah mengapa harus menanam lombok sendiri? kapan akan menunai lomboknya kalau menanam sendiri sementara setiap hari ingin memasak dengan lombok? repot kalau harus menanam sendiri. Berapa tanaman diperlukan agar bisa memiliki persediaan lombok yang cukup?

Pesan tersebut menyiratkan kebenaran. Memang benar kalau menanam kita harus sabar menunggu dan merawat tanaman lombok sampai besar, berbunga dan berbuah. Dengan satu tanaman saja tentu tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Ketika saya menanam lombok, ada beberapa pot dan hasilnya tidak banyak. Cukup untuk memasak beberapa kali. Tapi saya memiliki kepuasan tersendiri dengan memiliki tanaman lombok itu. Jika kita masukkan ke dalam pot yang cantik, tanamam lombok bisa menjadi penghias ruang tamu yang cantik.

Kembali ke menanam lombok sendiri. Jika kita memiliki lahan terbuka, kita bisa manfaatkan untuk menanam segala macam sayuran juga. Gunakan segala macam wadah sebagai media tanam. Dengan mulai menanam, kita akan terpacu untuk hidup mandiri.

Memang akan lebih ideal kalau mereka yang berprofesi sebagai petani akan memiliki produksi lombok yang cukup dan bisa diandalkan setiap saat. Sayang sekali, hal ini masih belum bisa kita miliki.

Berbeda dengan negara Belanda yang meskipun kecil dan tidak selalu memiliki sinar matahari sepanjang tahun, negeri ini mampu memproduksi berbagai produk pertanian dalam jumlah yang tinggi. Negeri ini mampu mengeksport tomat, paprika, bawang bombay, bunga-bunga ke segala penjuru dunia. Bahkan sekarang sudah ada petani yang memproduksi pepaya. Ada juga yang memproduksi lombok.

 Kalau Belanda bisa memproduksi berbagai macam produk pertanian, mengapa kita tidak bisa?
Jadi, tidak ada alasan kalau kita tidak bisa menanam sendiri di negeri yang subur dan selalu memiliki sinar matahari yang cukup. Mari kita mulai dengan menanam semampu kita.

Salam hangat,
dp

dinsdag 10 januari 2017

Lombok mahal? mengapa tidak menanam lombok sendiri?


Lombok di awal musim dingin


Di awal tahun 2017 ini, salah satu berita yang menyita perhatian adalah kenaikan berbagai macam kebutuhan dasar. Mulai dari harga bensin yang kemudian merambat ke harga-harga barang lainnya. Mungkin kita tidak bisa mempengaruhi kenaikan harga BBM tapi salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencari peluang dan kemungkinan yang bisa dilakukan sendiri.

Lombok ternyata juga menjadi topik yang lumayan seru karena harganya semakin menggila. Lombok ini memang tidak bisa dipisahkand ari dapur kita. Meskipun pedas tapi kepedasan itulah yang membuat kita ketagihan. Hidup tanpa lombok serasa hampa.

Mengapa harga lombok mahal? menurut salah satu hukum ekonomi, harga sebuah komoditi akan naik jika stock lebih sedikit dibanding permintaan. Apakah persediaan lombok di Indonesia lebih rendah dibanding permintaan konsumen? Jika benar, wajarlah kalau harga lombok tinggi.

Mengapa persediaan lombok di negeri tropis yang subur ini tidak sebanding dengan permintaan atau kebutuhan konsumen? apakah karena semakin berkurangnya petani yang menanam lombok? ataukah karena kegagalan menanam lombok? ataukah ada faktor-faktor lainnya? Saya tidak berani menulis jawabannya. Saya tidak punya data/informasi tentang hal tersebut.

Jika kita selalu mengkonsumsi lombok mengapa tidak menanam lombok sendiri? bukankah negeri Indonesia sangat ideal untuk menanam lombok? Jika tidak memiliki lahan yang luas, kita bisa menanam lombok di dalam pot-pot.

Untuk menanam lombok, kita tidak selalu perlu membeli benihnya. Ketika memasak, simpan biji-biji lombok dan tomat kemudian simpan dalam tempat yang kering. Jika malas menyimpan, silahkan semai dan tanam langsung biji-biji itu dalam pot-pot.

Rawat dan gunakan pupuk alami sehingga tanaman itu tumbuh dengan subur. Tanpa disadari, kita akan memiliki warung hidup. Cara ini saya lakukan selama bertahun-tahun. Meskipun tidak selalu memiliki hasil yang banyak karena musim yang tidak selalu panas, ada kepuasan tersendiri dengan memiliki tanaman lombok sendiri.




dinsdag 22 november 2016

Membuat compost




Ketika menanam bunga, sayuran dan pohon-pohonan kita memerlukan tanah yang mengandung nutrisi yang bagus untuk tanaman. Terlebih ketika tanaman itu ada di dalam pot. Diperlukan nutiris yang berupa pupuk atau compost.

Selain pupuk buatan, kita juga bisa menggunakan pupuk alami yang bisa dibuat dari bahan yang tersedia di sekitar. Ada yang memanfaatkan kotoran hewan sebagai pupuk tapi jika tidak diolah terlebih dulu, pupuk dari hewan ini akan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Compost menjadi salah satu alternatif yang bagus untuk menjadi sumber nutrisi tanaman. Bahan yang dipakai adalah sampah mentah yang ada di sekitar kita.

Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar seperti sisa-sisa sayuran, ¨sampah kebun¨ daun-daunan dan rumput maka sampah tersebut akan bermanfaat dan sangat baik untuk lingkungan.
 
Compost merupakan pupuk yang baik bagi kebun dan tanaman. Untuk membuat compost diperlukan bahan-bahan yang berwarna hijau dan coklat. Bahan hijau adalah rumput dan daun-daunan sementara yang berwarna coklat seperti kertas, kayu dan jerami. Bahan yang berwarna hijau menjadi sumber nitrogen sementara bahan coklat sangat kaya akan Carbon.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses pembuatan compost berjalan dengan baik:

  • Jaga agar compost mendapat udara yang cukup untuk proses pematangannya
  • Hanya memakai bahan dasar organik 
  • Hanya menggunakan bahan dasar yang belum dimasak dan sampah kebun.


 Lokasi membuat compost 

Untuk membuat compost diperlukan sebuah tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung dan di tempat yang berangin. Sebagai contoh di pojok kebun di bawah pohon. Jika tidak memiliki kebun, kita bisa meletakan ember compost di pojok gudang atau di teras/balkon.

Bahan compost

  • Sisa-sisa sayuran mentah, kulit sayuran dan buah-buahan (iris-iris sekecil mungkin)
  • Ampas kopi
  • Ampas teh
  • Sampah kebun (daun-daunan, ranting yang dipotong kecil-kecil dan rumput)
  • Jerami
  • Kertas karton, koran dan kertas biasa
  • Tanah 

Wadah compost

 Ember besar yang memiliki tutup.

Buat lubang-lubang kecil di ember dengan bor. Jaga agar besarnya lubang itu cukup untuk menjadi sarana masuknya udara tapi bukan untuk lalat atau serangga lainnya.

Jika hanya memiliki ember tapi tidak memiliki tutup, buatlah tutup ember dari plastik atau kain yang kuat. Tutup ember itu juga harus memiliki lubang-lubang kecil.

Cara membuat compost


  • Masukkan bahan compost ke dalam ember secara berlapis-lapis. Kertas karton, sayuran mentah, ampas kopi, daun-daunan, ampas teh, tanah, ranting-ranting dst.
  • Secara berkala aduk-aduk sehingga proses pematangannya bagus
  • Jaga agar tidak ada serangga (lalat) yang memasuki ember
Memakai cacing tanah untuk membuat compost

 Kita bisa memasukkan cacing-cacing tanah ke dalam ember untuk membuat compost. Jaga agar cacing-cacing itu tidak kekeringan dan cukup mendapat udara.

Lama membuat compost

Compost akan bisa kita panen setelah 4 bulan sampai 6 bulan. Tergantung dari bahan dasar yang kita pakai.


Selamat mencoba.

Salam,
dp


dinsdag 18 oktober 2016

Buket lombok


Ketika kami berlibur di Venezia, setiap hari mencoba sepagi mungkin untuk berjalan-jalan di sana. Keuntungannya adalah suasananya jauh lebih indah, belum penuh dengan turis dan kehidupan sehari-hari masih tampak dan belum terlalu panas. Apalagi di hari sabtu ketika pasar masih buka. Kita bisa melihat penduduk asli yang berbelanja di pasar dan para pedagang yang menata dagangan mereka dengan menarik.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah cara mereka menata lombok. Coba lihat foto di atas. Lombok-lombok itu diikat sedemikian rupa dalam bentuk buket.

Buket lombok dengan warna merah, kuning oranye dan hijau yang menyala ...! alangkah indahnya. Kita bisa juga membuat buket lombok dan menjadi sebuah kado bagi sahabat dan keluarga di sekitar kita.


Lombok: tanaman hias



Sejak suhu di Belanda semakin turun, saya memasukkan tanaman-tanaman yang tidak tahan dingin. Semula tanaman-tanaman itu menghias beranda dan kebun. Kini mereka menjadi penghias ruang tamu dan dapur.

Memiliki tanaman hias yang hidup, suasana rumah akan menjadi segar dan lebih semarak. Lihat tanaman lombok di atas. Selain memberi kesegaran di dalam ruangan, kita akan memiliki lombok gratis.

 Jangan lupa ketika memasak, simpan biji-biji lombok. Keringkan dengan baik, semai dan tanam di dalam pot atau di kebun. 


woensdag 5 oktober 2016

Memindah warung hidup



Sejak beberapa hari ini, suhu udara drastis berubah menjadi rendah. Sekitar 10 derajat dan di malam hari menjadi sekitar 5 derajat celcius dan bahkan bisa sekitar 0 derajat celcius.

Udara yang dingin akan membuat tanaman tropis kedinginan, layu dan mati. Itulah sebabnya, saya sudah membersihkan pot-pot tanaman yang sejak akhir musim semi berada di luar.

Kini rumah kami yang mungil menjadi sangat hijau. Pot-pot warung hidup yang berisi kemangi, kenikir, serai, banyak sekali bayam, melati dan tanaman-tanaman lainnya menghiasi ruang tamu dan dapur.

Dari pengalaman tahun lalu, sangat sulit untuk mempertahankan tanaman-tanaman itu. Terutama bayam dan kenikir. Mereka tidak mau bertahan lama meskipun suhu di dalam rumah relatif tinggi, sekitar 20 derajat celcius.

Itu menjadikan saya harus memilih: mengkonsumsi bayam dan kenikir atau membiarkan mereka layu? sebuah pilihan yang sulit karena ada harapan agar bayam-bayam dan kenikir itu berbunga dan memiliki benih-benih.

Sebuah pelajaran lainnya adalah agar lebih awal menyemai tanaman di tahun depan. Dengan demikian, tanaman akan memiliki waktu untuk berbunga dan memberi benih.

maandag 19 september 2016

Sayuran dari kebun sendiri



1 porsi sayuran


Musim gugur sudah di ambang pintu tapi cuaca masih hangat dan rasanya seperti musim panas. Suhu yang tinggi membuatku bahagia karena tanaman masih bisa bertahan di kebun. Bayam, tomat, kenikir dan daun sla masih saya biarkan di luar.

Tadi siang, saya memetik daun bayam dan tomat untuk makan siang. Bumbu urap yang saya simpan dalam koelkast (freezer) menjadi bumbunya. Selain itu, saya juga memiliki jus anggur dari kebun sendiri sebagai teman makan siang.

Dengan memiliki warung hidup, kita bisa mengkonsumsi sayuran tanpa harus membeli. Kita mengetahui bahwa sayuran yang kita konsumsi itu sehat tanpa obat pembasmi hama. Mari kita menanam banyak sayuran di rumah.

Salam hangat,
dp


vrijdag 16 september 2016

Menanam kembali daun bawang

daun bawang setelah 1 minggu dimasukkan dalam gelas


Salah satu sayuran yang sering saya pakai adalah daun bawang. Biasanya, daun bawang dijual dalam bentuk ikatan yang berisi sekitar 10 batang.

Sebaiknya, kita memanfaatkan kembali daun bawang. Caranya adalah dengan memotong bawang sekitar 3 cm dari bagian ujung akarnya. Kemudian masukkan ke dalam gelas atau wadah yang sudah diisi air. Biarkan selama beberapa hari sampai tumbuh akar dan daunnya. Setelah itu, tanam kembali daun bawang dalam pot yang berisi tanah yang berhumus atau yang sudah mengandung pupuk.


zaterdag 30 juli 2016

Menanam bayam dalam pot


Sejak akhir musim dingin, saya sudah mulai mencoba menyemai berbagai macam tanaman. Dengan memulai lebih awal, saya bisa memiliki tanaman yang lebih cepat ditanam ketika musim semi tiba. Saya belajar dari tahun-tahun sebelumnya yang terlambat menyemai benih.

Saat ini, saya sudah beberapa kali merasakan hasilnya. Bayam-bayam tumbuh dengan subur meskipun hanya ditanam di dalam pot-pot.

Jika kita menanam sayuran dalam pot, pakailah tanah yang memiliki serat yang banyak dan mengandung kompos yang bagus. Selain itu, pakai pot yang memiliki saluran air (lubang air) yang cukup sehingga air tidak menggenang.

Siram tanaman secara berkala dan perhatikan apakah ada serangga atau hama. Segera basmi hamanya jika ditemukan.







Oleh karena kebun kami tidak begitu luas, saya meletakkan pot-pot di pagar dan di beranda. Dengan demikian, kita akan memiliki sayuran dalam jumlah yang lumayan banyak dan mudah dikelola.





Tips:
Jika tanaman bayam sudah membesar, segera petik ujung-ujungnya. Dengan demikian, tanaman akan bercabang dan menghasilkan sayuran yang lebih banyak.
Beri pupuk dengan berkala sehingga bayam akan tumbuh dengan subur.

woensdag 6 april 2016

Musim semi: saatnya mulai menanam

Ketika musim dingin berakhir, geliat kehidupan di alam tampak terasa. Burung-burung mulai berkicauan di pagi hari. Orang-orang juga mulai tampak aktif membersihkan kebun dan membeli berbagai benih tanaman.

Mulai awal maret, biasanya orang sudah mulai menyemai benih-benih tanaman dan dibiarkan tumbuh di dalam rumah. Ini disebabkan suhu di luar masih sering rendah.

Saya juga sudah mulai mengeluarkan simpanan berbagai macam benih. Setelah membeli tanah yang khusus untuk menyemai benih, saya memakai pot-pot kecil untuk menyemai tanaman. Setiap hari, akan saya amati perkembangannya. Jika ada tanaman yang mulai menyembul, hati serasa melayang, bahagia sekali. Kini, setiap hari, aktivitas bertambah, mengamati tumbuhnya berbagai macam benih.

Ketika akhir pekan kemarin cuaca sangat bagus dan suhu tiba-tiba naik menjadi sekitar 20 derajat celcius, saya membersihkan beranda dan kebun belakang bersama Cp.

Tips untuk membuat warung hidup:

  • kumpulkan biji-bijian dari sayuran (seperti tomat dan lombok) setiap kali memasak.
  • Segera semai secara berkala jika memungkinkan
  • Amati pot-pot semai, jaga kelembabannya
  • Pindah secepat mungkin setelah bibit cukup kuat ke dalam pot yang lebih besar atau di kebun


dinsdag 22 september 2015

Menanam di negeri 4 musim

Sejak kecil saya menyukai kegiatan tanam menanam. Mulai dari menanam bunga sampai pepohonan. Rasanya sangat bahagia ketika melihat benih-benih yang kecil itu tumbuh menjadi sebuah pohon. Bersyukur ketika melihat bunga-bunga dan buah-buahan di antara pepohonan di kebun. Ada keterikatan tersendiri dengan alam sekitar dan menjadi bagian dari mereka.

Dulu, saya tidak perlu memikirkan perubahan cuaca dan musim. Hanya perlu memikirkan tentang memberi air dan pupuk saja. Alam Indonesia sangat ramah sehingga tidak berpikir tentang hari yang akan dingin, misalnya.

Kita dimanjakan oleh alam. Mentari selalu bersinar dan tanaman tumbuh dengan subur. Alangkah sayangnya kalau kita tidak memanfaatkannya. Seandainya setiap orang Indonesia memiliki kebun yang menyediakan sayuran dan buah-buahan alangkah kayanya kita.

Meskipun saya tidak memiliki kebun yang luas, tapi saya mencoba menanam. Mulai dari bumbu-bumbu ala Eropa seperti oregano, peterseli, dan thyme. Selain itu, saya mencoba menanam sereh, kencur, jahe, kunyit dan tentu sayuran.

Oleh karena musim selalu berubah maka perlu memperhatikan karakter setiap tanaman. Jauh hari sebelum musim semi tiba, saya akan mulai menyemai benih. Kemudian begitu hari mulai hangat, saya akan menanamnya di luar.

Benih-benih itu bisa dibeli atau biasanya, saya menggunakan benih yang saya kumpulkan sendiri. Rumah kami yang mungil akan penuh dengan pot-pot untuk menyemai tanaman.

Ketika musim semi tiba, bunga.bunga yang saya tanam di musim gugur seperti tulip akan bermekaran. Indah sekali ...

Sejak musim semi sampai awal gugur, kami bisa menikmati keindahan tanaman di luar. Begitu hari mulai dingin, saya akan berusaha untuk memindah tanaman yang tidak tahan dingin ke dalam rumah. Kadang sangat repot karena rumah kami tidaklah besar.

Seperti hari ini, saya mulai membersihkan pot-pot dan tanaman yang tidak tahan dingin. Ada beberapa tanaman kenikir, bayam,.bayam, melati dan beberapa tanaman lainnya.

Semoga tanaman-tanaman itu bertahan sampai musim semi tahun depan.

donderdag 9 april 2015

Kebun vertikal



Kemarin ada sebuah acara TV tentang berkebun yang menarik.
Salah satu orang yang diliput adalah orang yang punya hobby menanam.
Dia menanam sendiri sayuran dan buah-buahan.
¨Tidak alasan untuk tidak menanam sayuran sendiri¨kata orang itu.

Meskipun tidak punya lahan, orang bisa menanam sendiri sayuran dengan berbagai media dan tempat.
Dia menyarankan untuk memanfaatkan segala macam wadah.
Mulai dari kaleng, botol, kantung-kantung sampai pralon.

Selain itu, dia juga menyarankan agar kita membuat sendiri kompos.
Simpan sisa-sisa makanan dan sayuran.
Simpan dalam wadah tertutup.
Taburi dengan tanah sehingga tidak bau.
Jadilah kompos organik.

Kita juga bisa memanfaatkan tembok untuk kebun vertikal.
Buatlah kantung-kantung yang bisa dipasang di tembok.

Hasilnya selain memiliki kebun hijau, juga hiasan yang indah segar.

Mau mencoba?

zaterdag 4 april 2015

Pangan vs kepercayaan



strawberry di kebun sendiri

Baru saja menerima sebuah post video tentang pedagang yang memberi zat pewarna pada semangka dan buah-buahan lainnya. Tujuannya adalah agar buah-buahan yang dijual tampak lebih menarik sehingga cepat laku dijual.

Issue tentang perilaku orang yang tidak bertanggung jawab seperti sudah sangat banyak. Mulai dari issue tentang pemcampuran boraks sampai zat-zat kimia untuk mengawetkan berbagai bahan makanan lainnya.

Kalau mendengar issue tersebut, rasanya tidak ingin membeli dan mengkonsumsi makanan di sekitar kita.

Kepercayaan  adalah kunci bagi kita untuk membeli dan mengkonsumsi pangan. Kita percaya akan kualitas pangan yang kita beli. Kita percaya bahwa pangan tersebut sehat dan layak kita konsumsi.

Jika ada oknum pedagang yang melanggar kepercayaan tersebut, kita akan ragu dan tidak mau membelinya.

Cara pertama agar kita bisa mengembalikan kepercayaan adalah dengan menerima produk pertanian dan pangan lainnya sebagaimana alam menyediakannya. Alam menyediakan produk pangan dengan warna alami dan seringkali sayuran yang tersedia itu ada bercak-bercak atau lubang-lubang. Kadang bentuk buah-buahan tidak ¨sempurna¨seperti produk pabrik. Karena ¨ketidaksempurnaan¨itulah, produk alam itu unik. Dengan demikian, para pedagang tidak memiliki alasan lagi untuk menambah zat pewarna pada produk dagangan mereka.

Unik mengandung kesempurnaan dan kecantikan tersendiri. Ketimun yang bengkok dan ada bintik-bintiknya karena memang alam menyediakan seperti itu.

Kedua, kita bisa menyediakan pangan sendiri. Caranya adalah dengan menanam sayuran dan buah-buahan sendiri. Kita bisa memanfaatkan banyak media untuk menanam. Tidak alasan untuk tidak menanam sayuran sendiri.

Jika bisa, sebaiknya kita membangun rumah dengan menyediakan lahan terbuka. Selain untuk sirkulasi udara yang sehat, kita akan memiliki taman dan tempat kita untuk menanam sayuran dan buah-buahan.


vrijdag 13 maart 2015

Menyemai benih tanaman



Hampir setiap kali memasak, saya suka menyisihkan biji sayuran atau buah-buahan.
Mulai dari tomat, lombok sampai melon.
Kini, musim semi hampir tiba, saya sudah mulai menyemai benih yang dikumpulkan.
Sejak 2 minggu yang lalu, saya mengeluarkan segala macam pot kecil-kecil.
Kemudian, saya taruh tanah yang khusus untuk menyemai tanaman.
Tanah itu bisa dibeli di supermarkt tanaman dan bunga.
Jika tidak bisa membeli tanah semai, kita bisa membuat sendiri.
Caranya adalah dengan mencampur tanah dan pupuk, baik pupuk organik maupun pupuk buatan.

Masukkan satu biji benih ke dalam pot (bisa menggunakan segala macam wadah).
Basahkan tanah di dalamm pot.
Buat label jenis benih yang ditanam.
Beri air secukupnya dan secara rutin.

Berbeda dari negeri tropis yang selalu panas dan penuh cahaya matahari, di sini, saya perlu memperhatikan letak pot semai. Yaitu di tempat yang terkena cahaya matahari.
Oleh karena masih dingin, saya meletakkan pot-pot itu di dalam rumah.

Kini, benih-benih itu sudah mulai menampakkan diri.
Setiap hari, perkembangan mereka sangat menarik untuk diamati.
Sangat luar biasa ...

Silahkan mengumpulkan benih dan menanamnya.
Kita akan memiliki sumber makanan yang sehat dan gratis.


dinsdag 7 oktober 2014

Grow your own vegetables




Sejak kecil saya sudah mengenal warung hidup. Rumah kami ada di sebuah desa yang memiliki kebun yang luas dan kami juga memiliki sawah sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tinggal mengambil dari kebun sendiri. Sangat organik, sehat dan murah. Tidak diperlukan bahan pengawet atau lemari pendingin (koelkast).

Setelah tinggal di sebelah kampus, kami tidak memiliki kebun yang luas lagi. Tapi kami masih tetap bisa mengambil beras, sayuran, buah-buahan dan kelapa dari desa. 

Sekarang setelah tinggal di negeri kincir angin ini, selera desa masih tetap ada. Inginnya menanam sendiri sayuran di kebun yang luas. Tapi apa daya, saya tidak mampu untuk mengelolanya. Di sebelah desa di mana saat ini saya tinggal, ada kebun-kebun yang disewakan untuk umum. Orang bisa menyewa dan menanam sendiri sayuran misalnya. Tetangga kanan kiri sudah memiliki kebun itu. Mereka bekerja berdua.

Saya sendiri tidak bisa kalau tidak ada teman. Berat sekali mengelola kebun itu kalau hanya sendirian.

Untuk tetap bisa menyalurkan keinginan, saya menanam sayuran di kebun mungil di belakang rumah. Di tahun ini, saya menanam bayam nasi, kenikir, kemangi, tomat, dan kangkung.
Sayang sekali, musim semi dan panas tidak selamanya ada. Di saat menghadapi musim gugur dan dingin ini, saya harus menyelamatkan tanaman-tanaman itu.

Pertama, saya pindahkan tanaman ke dalam pot-pot. Tanah yang dipakai adalah tanah yang sudah memiliki pupuk dan serat yang cukup.
Kedua, saya usahakan agar tanaman itu mendapat sinar matahari yang cukup.
Ketiga, berdoa agar tanaman itu bertahan hidup sampai tahun depan. (-;




donderdag 25 september 2014

Sayuran gratis dan sehat

sayuran dan bumbu segar

Alangkah baiknya kalau kita mengetahui apa yang kita santap.
Dengan menanam sayuran dan bumbu sendiri, kita bisa mengetahui sumber pangan kita.
Kita tidak perlu khawatir akan bahan-bahan kimia yang melekat dalam sayuran.

Bagaimana kita bisa memiliki warung hidup yang menyediakan sayuran dan bumbu segar?

1. Kumpulkan benih dari sayuran dan bumbu
2. Keringkan dan simpan dalam wadah yang kering
3. Simpan dalam ruang yang tidak lembab
4. Semaikan benih dalam pot-pot kecil
5. Kumpulkan wadah-wadah plastik (kemasan) dan gunakan itu sebagai pot
6. Gunakan kompos tanah (dalam tulisan berikut akan saya paparkan cara membuat kompos)
7. Tanamlah benih yang sudah kuat untuk ditanam secara mandiri
8. Rawatlah tanaman itu sebaik mungkin

Kalau tidak memiliki pot, kantung-kantung plastik juga bisa digunakan sebagai wadah/lahan untuk menanam sayuran dan bumbu.

Tentu saja kita bisa membeli benih di toko bibit. Tapi akan lebih hemat kalau kita mengumpulkan dan menggunakan benih sendiri. Sayang sekali, saat ini, saya tidak memiliki tanaman lombok. Biasanya, saya sudah menanamnya di musim semi. Tahun ini, saya terlambat untuk menyemainya. 

Warung hidup

Kenikir, bayam, sereh dan kunyit






Di masa kecil di tahun 1970-an, saya melihat nenek dan ibu yang jarang membeli sayuran. Mereka akan memetik sayuran dari kebun sendiri. Mungkin saat ini, sangat jarang yang melakukannya. selain lahan kebun yang semakin berkurang, banyak orang yang sudah tidak menanam sendiri sayuran.

Beruntung sekali, di saat itu, kami memiliki kebun yang cukup luas. Ada pohon kelapa, pohon mangga, kedondong, belimbing dan jambu, dan tentu saja pohon pisang. Selain itu, ada sayuran bayam, ketela dan pepaya. Juga pohon nangka. Masih ada banyak jenis pepohonan lainnya yang membuat kebun itu menjadi sebuah warung hidup.

Jika kita membeli sayuran maka biasanya sayuran itu tidak begitu segar lagi. Beda sekali kalau kita mengambil dari kebun sendiri. Kita bisa menghitung sendiri, berapa keuntungannya. Jika dalam sehari kita perlu mengeluarkan beaya sekitar Rp.5000´- /hari. Berapa dalam setahun? cukup menguntungkan khan?

Selain menghemat, warung hidup itu menyediakan sayuran yang segar dan sehat, juga tidak kena produk kimia.

Minggu ini, suhu di Belanda semakin menurun. Oleh karena itu, saya memasukkan warung hidup ke dalam rumah. semoga sayuran itu bisa bertahan sampai tahun depan.

Ampas teh



ampas teh


Setiap pagi, ibu saya suka menggunakan air teh yang dijerang hari sebelumnya untuk mencuci wajah. Apakah karena upaya itu, wajah ibu masih segar dan tampak muda? saya tidak bisa menjawabnya dengan pasti. Semoga ada peneliti yang mau mencari manfaat dari air teh untuk menjaga keawetan wajah.

Masih berkaitan dengan teh. Ada kemungkinan bahwa sebagian besar rakyat Indonesia suka minum teh. Saat ini, ada banyak sekali jenisnya. Ada yang dalam bentuk kemasan teh celup (menurut suamiku, teh selam) dan yang  saya suka adalah teh biasa yang belum dikemas.

Akan kita apakan sisa atau ampas teh? dibuang begitu saja ke bak sampah? sayang sekali kalau kita hanya membuang ampas teh.

Ampas teh bisa kita manfaatkan untuk menyuburkan dan menggemburkan tanah. Zat-zat yang terkandung dalam teh akan memberi nutrisi bagi tanaman. Serat-serat ampas teh akan menggemburkan tanahnya sehingga tanaman dan mikroba di dalam tanah akan bisa dengan lebih mudah untuk ¨bernafas¨.

Langkah-langkah mengolah ampas teh:

1. Jika menggunakan teh celup, buka kemasannya
2. Tanamlah ampas teh ke dalam tanah di kebun atau tanah dalam pot


Jika malas untuk setiap hari menanam ampas teh ke dalam tanah, kumpulkan ampas teh dalam sebuah wadah yang terbuka. Dengan demikian, ampas teh akan mengering dengan sendirinya dan tidak berjamur dan membusuk.

Dengan kondisi tanah yang subur maka kita akan memiliki basis yang kuat untuk memiliki warung hidup.
Istilah warung hidup ini saya kenal di masa kecil. Pada waktu itu, ada kegiatan untuk menanam sayuran di kebun dan ini disebut sebagai warung hidup. Jika menanam aneka rempah-rempah seperti kencur dan jahe maka akan disebut sebagai apotik hidup.