Posts tonen met het label Peralatan memasak. Alle posts tonen
Posts tonen met het label Peralatan memasak. Alle posts tonen

vrijdag 16 september 2016

Alat membuat jus anggur



Hari rabu kemarin, saya mengunjungi sebuah toko barang bekas. Di sana, saya menemukan sebuah alat pres untuk membuat jus anggur. Alat ini kelihatannya belum pernah dipakai. Harganya juga sangat murah karena tidak baru lagi.

Dengan alat peras seperti ini, kita bisa membuat jus anggur dengan mudah. Biji-bijinya sudah tersaring dan tidak perlu menggunakan daya listrik.

Tidak hanya untuk buah anggur, alat ini bisa dipakai untuk membuat jus buah-buahan yang lainnya.


donderdag 16 juni 2016

Kado pernikahan: perlengkapan dapur



Ketika adik ipar saya menikah 10 tahun yang lalu, dia bersama tunangannya membuat daftar kado. Daftar itu kemudian dikirim oleh temannya yang mengorganisir pernikahannya ke semua orang yang diundang.

Dalam daftar kado tersebut,isinya sebagian besar adalah perlengkapan dapur dan rumah tangga lainnya. Mungkin karena tunangan adik ipar saya suka memasak? Mereka tidak minta disumbang uang atau bunga. Sebagai orang yang masih relatif baru di Belanda, cara tersebut menarik untuk diamati. Memang saya pernah membaca dan melihat film tentang daftar kado tapi ketika mengalaminya sendiri, ceritanya menjadi lain.

Ketika menerima undangan, kami juga diminta segera mengkonfirmasi tentang kehadiran dan  menentukan kado yang akan kami berikan sebagai kado. Kemudian, pilihan itu segera dikirimkan ke organisator pernikahan sehingga orang lain bisa memilih kado lainnya.

Dari sekian banyak barang yang mereka harapkan itu semuanya memiliki merk dan harga yang lumayan mahal. Tidak mengapa karena mereka hanya akan menikah satu kali. Kami memilih satu set panci buatan Jerman sebagai kado bagi mereka. Tentu saja, daftar itu tidak bertujuan untuk memaksa melainkan sebagai sumber inspirasi.

Ada juga pasangan yang bekerja sama dengan sebuah toko dan mereka yang diundang cukup memilih, menentukan dan kemudian membayarnya kemudian barangnya akan disampaikan langsung ke mempelai.

Ide membuat daftar kado tersebut sangat menarik untuk diterapkan bagi mereka yang akan menikah. Tentu kalau tamu undangannya tidak terlalu banyak sehingga memudahkan untuk mengorganisirnya. Mungkin ada sebagian yang menentang karena ide ¨meminta¨kado itu sebagai suatu hal yang tabu. Tapi tidaklah salah untuk mencobanya. Mengapa? salah satunya adalah mempelai bisa menentukan keinginannya sehingga di masa depan, kado yang diterima tidak mubazir. Selain itu, bisa memudahkan bagi tamu undangan untuk menentukan jenis kado yang akan dihadiahkan.

Memang kado berbentuk uang itu akan flexibel tapi uang tidak memiliki nilai personal yang unik. Kadang kita pusing untuk menentukan kado yang cocok dan sesuai bagi mempelai.

Dengan melihat pengalaman adik ipar saya tersebut, kita bisa belajar bahwa setelah menikah mereka memiliki peralatan rumah tangga yang relatif lengkap. Sampai saat ini, mereka masih menggunakan kado-kado pernikahan itu. Ide yang bagus khan?


donderdag 5 november 2015

Oven

Sejak kecil saya ingin sekali bisa membuat tart, kue-kue dan cake dengan menggunakan oven. Keinginan tersebut saya pendam karena tidak mau merepotkan orangtua. Saya menyadari bahwa pada saat itu, oven tidak dapat dibeli oleh semua orang. Bahkan sangat jarang sekali ditemukan. Kalaupun ada, oven yang ada di pasaran sangat sederhana.

Pertama kali membuat cake adalah di saat saya masuk sekolah menengah pertama. Untuk mata pelajaran PKK, kami diwajibkan membuat cake. Meskipun dengan menggunakan peralatan yang sederhana, saya dan teman-teman mampu membuat cake yang lumayan enak. Cetakan yang terbuat dari aluminium tebal itu dipanggang di atas kompor dan di atas tutup diberi arang yang membara. Hal itu membuat cake menjadi lebih mengembang. Kami tidak menggunakan mixer elektrik melainkan dengan menggunakan kocokan sederhana.

Saking senangnya membuat cake, saya pernah mengarang tentang cita-cita menjadi penjual cake. Itu saya buat ketika ulangan bahasa Indonesia.

Kini, angan-angan tersebut tidak menjadi kenyataan. Saya tidak berprofesi sebagai penjual kue dan cake. Tapi, saya suka sekali membuat tart, cake dan kue-kue. Sesekali, saya akan memberi kado cake dan tart ke sekeliling.

Untuk membuat cake dan tart, oven menjadi alat yang sangat penting. Tanpa oven, saya tentu bisa menggunakan cara lain seperti mengukus, tapi oven masih tetap menjadi pilihan utama.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika menggunakan oven:

  • Kenali oven dengan baik karena setiap oven memiliki karakter tersendiri. Perhatikan waktu untuk memanaskannya. Dengan demikian, kita akan bisa menentukan waktu untuk memanaskan oven ketika mau membakar cake atau tart 
  • Kenali juga temperatur oven. Kadang kita menyetel 180 derajat ternyata hasilnya beda. Dengan mengenali karakter oven, kita bisa menyetel temperatur oven dengan baik. Agar lebih mempercayai temperaturnya, kita bisa mengukurnya dengan alat pengukur temperatur.
  • Sebelum menggunakan oven, check terlebih dulu bagian dalamnya. Jika ada kotoran dan benda-benda lainnya, segera keluarkan dan bersihkan.
  • Setelah menggunakan oven, segera bersihkan. Jika ada minyak goreng yang tercecer, serap dengan tissue dapur atau lap. Dalam kondisi oven yang masih panas atau hangat, minyak akan lebih mudah dibersihkan. Tapi perlu berhati-hati agar tangan tidak terbakar. Setelah oven agak dingin, segera bersihkan dengan seksama. Jika kita selalu memiliki oven dalam kondisi bersih, akan membuat kita bahagia ketika memasak.

donderdag 30 oktober 2014

Tiga saringan







De drie zeven



Socrates, de Griekse wijsgeer, liep eens door de straten van Athene.

Plotseling komt een man opgewonden naar hem toe. “ Socrates! Ik moet je iets vertellen over je vriend die .......”

“ Ho eens even” onderbreekt Socrates hem. “ Voordat je verder gaat. Heb je het verhaal dat je mij wilt vertellen gezeefd door de drie zeven? “

‘ De drie zeven?  Welke drie zeven” vraagt de man verbaasd.

‘ Laten we het proberen” , stelt Socrates voor.

“ De eerste zeef is de zeef van de waarheid. Heb je onderzocht of het waar is wat je mij vertellen wilt? “

“ Nee, ik hoorde het vertellen en....”

“ Ah juist! Dan is het toch zeker wel door de tweede zeef gegaan? De zeef van het goede? Is het iets goeds wat je over mijn vriend wilt vertellen? “

Aarzelend antwoordt de man: ‘ Eeeh nee, dat niet. `integendeel.....”

“ Hm”, zegt de wijsgeer. “ Laten we dan de derde zeef gebruiken. Is het dan noodzakelijk om mij te vertellen wat jou zo opwindt?”

“ Nee, niet direct noodzakelijk,” antwoordt de man.

“Welnu”  zegt Socrates glimlachend. “ Als het verhaal dat je vertellen wilt niet waar is, niet goed is en niet noodzakelijk is, vergeet het dan en belast mij er niet mee.


 Saringan atau ayakan menjadi alat masak yang penting. Minggu kemarin ketika mengikuti training untuk menjadi pembimbing dialog, saya menerima sebuah cerita yang sangat menarik. Cerita itu berkaitan dengan saringan dan Socrates. Berikut ini akan saya terjemahkan ceritanya.

Tiga saringan 

Socrates sedang berjalan-jalan menyusuri jalanan di Athena.
Tiba-tiba datanglah seorang pria yang dengan antusias berteriak: ¨Socrates! Aku harus menceritakan cerita tentang seorang teman yang ..."

" Hei ... tunggu"  potong Socrates. "Sebelum kamu melanjutkan cerita. Apakah cerita yang akan kau berikan itu sudah disaring oleh 3 saringan?"
"3 saringan? 3 saringan yang mana?" tanya pria itu dengan terperangah.
" Mari kita coba" Socrates memberi usulan.
"Saringan pertama adalah saringan kebenaran. Apakah kamu sudah memeriksa kebenaran dari cerita yang akan kamu berikan padaku?"
"Tidak, aku mendengar dan ..."
"Aha ... seperti itu! apaah benar sudah melalui saringan kedua? saringan tentang kebaikan? apakah cerita itu tentang hal-hal yang baik tentang temanmu?"
Dengan bibang pria itu menjawab: Eeeeeh tidak, bukan seperti itu. Sebaliknya ..."
"Hmmm " kata orang bijak itu. " Silahkan menggunakan saringan ketiga. Apakah perlu (penting) untuk menceritakannya padaku ?"
"Tidak, tidak terlalu penting dan perlu" jawab pria itu.
"Kalau begitu" kata Socrates dengan tersenyum. "Kalau cerita yang akan kau berikan itu tidak benar, tidak baik dan tidak penting, lupakan saja dan jangan membebaniku" ...


Bagaimana pendapat teman-teman tentang cerita itu? kita bisa mengayak dan menyaring cerita yang kita dengar. Dengan demikian, kita bisa membuang cerita yang tidak berguna. Kita bisa mendapatkan cerita yang bermanfaat dan tidak memberi beban.
Demikian pula, kita bisa menggunakan saringan atau ayakan untuk menyaring hal-hal yang tidak enak (kerikil misalnya). Selain itu kita mengayak tepung agar lebih mudah dicampur dengan adonan.Juga agar adonan akan menghasilkan kue, cake atau tart yang empuk.


donderdag 16 oktober 2014

Merawat peralatan memasak dari kayu




Saya lebih suka menggunakan peralatan memasak dari kayu. Sebenarnya tidak ada alasan khusus tentang hal tersebut. Kalau ditelusuri, mungkin karena peralatan dari kayu lebih ringan dan terasa lebih nyaman dipakai ketika memasak.

Pernah suatu saat, saya menemukan bahwa peralatan memasak dari kayu berjamur. Pada waktu itu, saya masih belum lama tinggal di Belanda. Belum memahami benar kondisi cuaca dan kelembabannya.

Setelah memasak, biasanya, saya langsung mencuci peralatan memasak. Kemudian menyimpannya di laci dalam lemari. Hal yang tidak saya sadari adalah peralatan dari kayu itu belum benar-benar 100% kering. Akibatnya, kalau disimpan dalam tempat yang tertutup akan berjamur.

Dari pengalaman tersebut, peralatan dari kayu akan saya tempatkan di tempat terbuka. Selain itu, dijaga benar agar peralatan dari kayu benar-benar kering.

Tips:

1. Bersihkan peralatan memasak dari kayu sesegera mungkin
2. Jagalah agar peralatan dari kayu tetap kering
3. Letakkan di tempat terbuka namun bersih


donderdag 2 oktober 2014

Oven




Oven menjadi alat masak yang sangat penting dalam dapur saya. Alat ini sangat membantu, tidak hanya untuk membuat cake, cookies atau tart tapi juga untuk membuat berbagai jenis masakan lainnya. Selain itu, oven sangat membantu untuk memanaskan kembali jenis masakan yang hasil akhirnya renyah.

Hampir setiap akhir pekan, kami selalu memanggang roti. Keharuman roti itu menggugah selera dan membuat akhir pekan lebih menyenangkan. Kadang kalau sedang ada waktu yang lebih, kami juga membuat roti tawar sendiri.

 Sebelum kita menggunakan oven, alangkah baiknya kalau kita memeriksa bagian dalamnya. Seringkali, di dalam oven itu ada kotoran di bagian dasarnya. Bersihkan oven dengan seksama sehingga ketika dalam kondisi panas, tidak ada kotoran yang terbakar. Selain menghasilkan asap, bau, juga akan sulit untuk dibersihkan.

Setelah kita selesai menggunakan oven, segera buka pintunya sehingga suhu akan segera turun. Manfaat lainnya adalah bau masakan akan segera hilang. Setelah dingin, segera bersihkan oven dengan seksama.

Jika kita tidak yakin akan temperatur dalam oven, gunakan alat pengukur temperatur khusus. Dengan temperatur yang sesuai dengan tuntutan resep, kita akan mendapatkan hasil masakan yang bagus. 



Gunting dapur (kitchen scissors)




Gunting sebagai alat memasak? benar. Secara tidak langsung gunting sangat membantu dalam proses memasak. Gunting antara lain  berguna untuk membuka berbagai kemasan. Saat ini, sebagian besar kemasan terbuat dari plastik, kertas karton atau bahan lainnya. Dengan demikian, seringkali kita kesulitan untuk membukanya. Itulah sebabnya diperlukan alat bantu gunting.

Saat ini ada begitu banyak jenis gunting dapur. Salah satu yang setiap hari saya pakai adalah gunting yang sekaligus memiliki fungsi untuk membuka botol. (Lihat foto).


Gunting jenis lainnya adalah untuk memotong bumbu. Bentuknya hampir sama tapi bilahnya yang berbeda. Kalau kita membutuhkan bumbu dalam jumlah banyak, gunting ini memang sangat membantu. Tapi kalau kita hanya memasak dengan porsi yang kecil, sebaiknya bumbunya dirajang dengan pisau biasa. Dengan demikian, kita bisa mengurangi barang cucian.




Untuk sementara memakai foto2 dari internet dulu


woensdag 1 oktober 2014

Timbangan







Ketika menulis thema peralatan memasak ini, terbersit di benak saya:¨mengapa menulis peralatan memasak yang biasa dan sepele ini?¨
¨Bukankah semua orang mengetahuinya?¨

 Memang benar seruan itu. Tapi saya ingin menulisnya. Betapapun sederhananya, peralatan memasak itu  penting bagi saya. Dulu memang saya tidak membutuhkannya tapi sekarang beda. Sejak menjadi ibu,  saya suka berkreasi,  suka mengamati dan menggunakan berbagai peralatan memasak.

Ada sebuah kata pepatah dalam bahasa Belanda: ¨Meten is weten¨. Kalau diterjemahkan secara harafiah, artinya adalah mengukur adalah mengetahui. Memang benar bahwa dengan mengukur kita akan memiliki pengetahuan tentang bahan yang kita ukur.

Memasak kelihatannya sederhana. Sebagian besar, orang akan memasak tanpa memakai alat bantu timbangan atau penakar. Mereka sudah terbiasa dan sudah tahu tentang apa yang dibutuhkan. Tapi pengetahuan kita itu belum tentu ¨tepat¨dan sesuai dengan permintaan resep. Untuk masakan yang tidak membutuhkan bahan yang baku takarannya, kita bisa menggunakan perkiraan saja. Tapi beda sekali dengan masakan yang menuntut kepastian bahannya, seperti cake, cookies atau tart.

Setiap hari, secara tidak disadari, kita mengukur dan menimbang bahan-bahan yang akan dimasak. Berapa banyak bumbu yang dipakai? berapa banyak beras dan sayuran? semuanya terlihat otomatis tanpa alat bantu timbangan, misalnya.

Kadang karena kita tidak menakarnya dengan alat bantu, hasil masakan kita jadi keasinan, terlalu encer atau malah sebaliknya terlalu kental. Efek itu tidak begitu terasa karena kita bisa mengatasinya. Beda kalau kita membuat cake, cookies atau tart. Efeknya akan terlihat jelas. Misalnya bantat (keras) atau malah gagal sama sekali.
 
Selain pertimbangan di atas, ada keuntungan dari menakar dan menimbang bahan masakan. Kalau kita menakar sesuai dengan kebutuhan maka kita akan  mengurangi masakan yang dibuang. Seringkali ketika memasak, misalnya, nasi, jumlah beras yang dipergunakan lebih banyak daripada yang kita butuhkan. Akibatnya, kita akan membuang nasi secara sia-sia.

Selain itu, dengan menakar bahan masakan, kita bisa mengetahui dengan pasti komposisi masakan kita. Dengan demikian, kita akan memiliki hasil yang memuaskan. Mengapa? data tentang bahan-bahan yang tertera dalam resep itu merupakan hasil uji coba yang sudah dibuktikan hasilnya. Kita tinggal mengikutinya.








maandag 29 september 2014

Penakar bahan masak cair

Penakar bahan cair


Ketika memasak, biasanya saya menggunakan ¨perasaan¨dan panca indera alami untuk menakar bahan masakan. Dengan menggunakan perasaan atau panca indera, kita tidak bisa menentukan dengan pasti jumlah bahan masakan yang akan kita pakai. Untuk mengolah masakan tradisonal Indonesia yang sudah sering dilakukan, biasanya tidak punya masalah. Tapi untuk mengolah bahan masakan untuk kue, tart atau masakan Eropa, saya lebih suka menggunakan alat bantu. Salah satunya adalah penakar bahan cair (seperti dalam foto).

Jika kita memerlukan bahan yang kurang dari 100 cc volumenya, saya akan menggunakan alat yang lebih kecil. Kalau tidak punya alatnya, jangan khawatir, kita memiliki strategi tersendiri khan? kita bisa menggunakan sendok  makan yang biasanya memiliki volume 2,5 ml. Cara lainnya, jika kita memiliki obat batuk atau obat-obatan yang cair, biasanya diberi sendok takaran. Nah, jangan dibuang. Kita bisa menggunakannya.

 Cara lainnya adalah menggunakan gelas. Volume gelas juga bervariasi. Biasanya gelas normal memiliki volume 200 ml. Atau kita menggunakan botol air mineral.


woensdag 17 september 2014

Peralatan memasak: Pisau

Pisau menjadi alat memasak yang sangat penting. Tanpa pisau, kita akan kesulitan menyiapkan masakan. Memang, sekarang kita sudah bisa membeli bahan-bahan yang sudah disiapkan (dalam bentuk kemasan yang sudah dipotong-potong) tapi bahan itu akan lebih mahal dan kurang segar jika dibanding dengan bahan yang kita siapkan sendiri.

Saat ini, kita bisa menemukan berbagai macam jenis pisau sesuai dengan kegunaannya.Ketika memasak, pisau yang kita butuhkan adalah pisau untuk mengupas dan memotong bahan masakan. Dari dua tujuan inilah, pisau diciptakan. Tentu ada banyak variasinya yang dipengaruhi oleh cara dan gaya memasaknya (budaya setempat).

pisau serut dan pisau bergerigi
Pisau serut dan pisau bergerigi



Ada beberapa jenis pisau yang sangat penting ketika memasak, yakni:

1. Pisau kupas
2. Pisau untuk memotong sayuran
3. Pisau untuk memotong daging

A.  Jenis pisau

1. Pisau kupas

1.1. Pisau kupas biasa

Pisau kupas memiliki ukuran terkecil di antara jenis-jenis pisau lainnya.

1.2. Pisau kupas serutan

Dengan pisau serutan ini, kita bisa mengupas sayuran dan kentang dengan lebih cepat daripada dengan pisau kupas biasa. Kini, ada banyak jenis pisau serutan ini. Salah satu pisau serutan yang saya suka bisa dilihat dari foto 1.2. Dengan pisau ini, saya bisa mengupas wortel dengan sangat cepat.

2. Pisau sayuran

2.1. Pisau sayuran bentuk biasa

Pisau ini biasanya lebih besar ukurannya dan lebih panjang daripada pisau kupas. Di pasaran kita bisa menemukan berbagai macam bentuk pisau. Ada pisau khusus untuk memotong bumbu segar (seperti parsley).

2.2. Pisau sayuran bergerigi

Pisau yang bergerigi diciptakan untuk memotong tomat. Mengapa? karena tomat memiliki kulit lebih liat daripada jenis sayuran lainnya.

3. Pisau daging

Pisau daging berukuran besar dan lebih tajam daripada pisau-pisau lainnya. Ketajaman pisau ini akan memudahkan kita untuk memotong daging. Selain itu, dagingnya akan terlihat rapi irisannya.


pisau panjang dan tajam ini bisa dipakai untuk mengiris daging
pisau tajam untuk mengiris/memotong daging



B. Pengasah pisau

Pisau membutuhkan penanganan (perawatan) tersendiri agar tetap tajam. Ada jenis pengasah modern yang dibuat di pabrik tapi ada pula jenis batu asahan yang lebih murah didapat di Indonesia.
Jangan lupa untuk mengasah pisau-pisau dengan baik dan berkala. Dengan demikian, kita tidak kelabakan ketika memasak karena pisau selalu siap sedia dan tajam.

C. Perawatan dan penyimpanan pisau

Pisau terbuat dari besi dan sekarang dari baja. Seperti kita ketahui, logam jenis ini akan berkarat ketika bersinggungan dengan air. Itulah sebabnya, kita perlu merawat pisau-pisau dengan baik. Hal terpenting adalah membersihkan pisau dengan baik, mengelapnya dengan kain bersih dan menyimpan dalam laci yang kering.
Kenalkan anak-anak akan kegunaan pisau dan sisi bahayanya. Dengan demikian, kita akan mencegah terjadinya kecelakaan karena mereka sudah mengenalnya. Dengan menyimpan di tempat yang aman, tidak mudah dijangkau anak-anak, maka kita juga mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

D. Pisau berkualitas baik

Pisau menjadi alat andalan yang harus ada ketika memasak. Itulah sebabnya, sebaiknya membeli pisau yang baik dan bagus kualitasnya. Kadang kita merasa sayang untuk membeli pisau yang ¨mahal¨. Tapi dengan membeli pisau yang bagus, itu menjadi investasi bagi kenyamanan kita ketika memasak. 




woensdag 23 november 2011

Peralatan memasak



Kegiatan memasak membutuhkan berbagai macam peralatan. Dengan memiliki dan menggunakan peralatan masak yang memadai dan berkualitas bagus, kita bisa memasak dengan lebih mudah dan menyenangkan. Peralatan ini tidak selalu murah tapi lebih baik menginvestasikan uang ke dalam bentuk peralatan masak yang baik daripada membeli barang yang murah tapi tidak tahan lama dan belum tentu bisa digunakan dengan baik.

Dengan melihat tahap-tahapnya, kita bisa menggolongkan peralatan memasak ke dalam beberapa kelompok, yakni:

  1. Peralatan untuk mempersiapkan masakan
  • Pisau
  • Telenan
  • Alat pelembut bumbu: cobek dan ulekan (layah dan munthu,) atau blender, lumpang batu atau kayu
  • Wadah-wadah kecil untuk meletakkan bumbu dan bahan masakan
  • Ember atau waskom untuk mencuci bahan masakan
  • Parut
  • Alat timbangan
  • Alat untuk menakar bahan masakan
  • Mixer

2. Peralatan yang dipakai ketika dalam proses memasak

  • Kompor
  • Panci
  • Wajan
  • ketel untuk merebus air
  • Sendok pengggorengan
  • Kukusan
  • berbagai macam sendok untuk mengaduk
  • Rice cooker
  • Oven


3. Peralatan untuk menyajikan

  • Piring-piring
  • Mangkuk-mangkuk untuk menyajikan makanan
  • Sendok garpu
  • Sendok sayur
  • Alas tahan panas
  • taplak meja
  • Hiasan meja makan
  • Servet
  • Tempat lilin dan lilinnya
  • Gelas

4. Peralatan mencuci perlengkapan memasak dan makan

  • Waskom tempat mencuci
  • Sabun cuci
  • Spons
  • Sikat
  • Serbet katun untuk mengeringkan peralatan memasak, gelas dan piring
  • Handuk kecil untuk mengeringkan tangan
  • Kotak penyimpanan atau lemari peralatan memasak, gelas dan piring

5. Peralatan untuk menyimpan sisa makanan
  • Koelkast (lemari pendingin)
  • kotak-kotak plastik yang ada tutupnya (bisa menggunakan bekas kotak es cream)
  • Plastic folie
  • Kantong plastik dan gelang karet

Untuk saat ini, kompor gas bukanlah peralatan yang istimewa lagi. Jarang sekali yang memiliki dapur tradisional, dengan tungku dan bahan bakar kayu. Kalau masih punya, itu sebagai sesuatu yang luar biasa.

Perhatikan dengan seksama sistem pengamanan dari tabung gas dan kompornya. Jika anda menggunakan kompor minyak, perhatikan juga sumbu dan keamanan lainnya. Bersihkan peralatan kompor ini setiap hari sekaligus melihat kondisinya.