Posts tonen met het label kesehatan. Alle posts tonen
Posts tonen met het label kesehatan. Alle posts tonen

woensdag 21 februari 2018

Menjaga Kesehatan Gigi

tersenyum tanpa menampilkan deretan gigi cemerlang


Tidak jarang, ada orang yang menyembunyikan gigi-gigi ketika tersenyum. Di antaranya disebabkan, orang bersangkutan merasa gigi-giginya tidak pantas ditampilkan. Katanya, gigi-giginya tidak putih cemerlang dan tidak rapi.

Tersenyum memang biasanya diiringi dengan tampilnya sederet gigi-gigi. Bukan untuk menakuti tapi sebagai tanda rasa bahagia, ramah dan terbuka. Sayang sekali jika ada sebagian orang yang malu dan enggan menampilkan gigi-giginya.

Mungkin secara tidak sadar, kita kurang menghargai keberadaan sang gigi di dalam mulut kita. Ketika sang gigi tidak berontak dan protest karena didera penyakit dan erosi, kita tidak menyadari betapa pentingnya mereka. Menurut orang yang pernah menderita sakit gigi, sakitnya sangat luar biasa.

Bagaimana agar kita memiliki gigi-gigi yang sehat dan cemerlang ketika tersenyum?

Untuk menjaga dan merawat gigi-gigi, setidaknya dalam 1x/hari menyikatnya dengan seksama sampai bersih. Dengan menyikat gigi-gigi, karang gigi akan hilang. Sayang sekali, hal ini tidak mudah untuk dicapai. Meskipun sudah menyikat gigi (rata-rata 2x/hari), karang gigi tetap saja tidak bisa hilang dan masih saja ada yang memiliki masalah dengan kesehatan gigi (berlubang  dan sakit gigi lainnya).

Gigi yang kelihatannya sepele ini ternyata membutuhkan perhatian yang banyak. Itulah sebabnya ada dokter gigi yang membuka praktek tersendiri.

Peran dokter gigi sangat besar bagi kesehatan gigi kita. Setidaknya setiap 6 bulan sekali, kita perlu memeriksakan gigi dan menghilangkan karang gigi.

Selain itu, kita sendiri juga berperan besar dalam menjaga kesehatan gigi kita. Caranya?

  1. Mulai dengan memiliki sikat gigi dengan kualitas bagus. Sikat gigi yang tidak keras dan memiliki kepala sikat yang kecil dengan bulu-bulu yang kuat namun lembut. Saat ini, sudah bisa membeli sikat gigi elektrik yang memiliki kualitas yang lebih bagus. Dengan memiliki sikat gigi dengan kualitas bagus, kita sudah memiliki basis yang kuat untuk merawat kesehatan gigi. Jangan enggan membuat investasi untuk menjaga kesehatan gigi kita dengan membeli sikat gigi yang baik.
  2. Odol yang mengandung flour sangat baik untuk digunakan
  3. Sikat gigi-gigi selama minimal 2 menit setiap kali, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Apakah perlu menyikat gigi beberapa kali setiap hari? tidak perlu. Lebih baik menyikat gigi sekali per hari secara baik dan benar sehingga benar-benar bersih daripada menyikat gigi beberapa kali per hari. 
  4. Sikat gigi dengan gerakan yang benar dan menyeluruh
  5. Gunakan alat flossing untuk membersihkan kotoran di sela.sela gigi secara teratur.

Selamat merawat dan menjaga kesehatan gigi. Jangan lupa tersenyum cerah ...




donderdag 8 februari 2018

Asupan vitamin D



Ketika pindah ke negeri dingin Belanda, diikuti oleh beberapa konsekuensi. Tidak hanya menjadi ´sendiri´, jauh dari sanak keluarga dan handai taulan, juga dengan jauhnya dari kehangatan sinar mentari. Betapa tidak? Ketika musim dingin dan gugur yang jarang memiliki sinar mentari, hari-hari menjadi kelabu, dingin dan paparan sinar mentari sangat berkurang.

Di saat musim dingin ini, banyak sekali orang yang merasa tidak bahagia dan tidak jarang yang menderita sakit depresi. Untuk menghindari kondisi ini, ada yang berlibur ke negara yang kaya sinar mentari. Ada pula yang pergi ke gerai layanan sinar UV biar memiliki kulit yang cerah kecoklatan. Dan tentu agar bisa merasakan kehangatan sinar mentari buatan.

Dulu, di tahun-tahun pertama, saya tidak memahami betapa pentingnya sinar mentari dalam kehidupan kita karena tidak perlu menunggu berbulan-bulan kehadirannya. Setiap pagi mentari akan terbit dan menyinari kita di Indonesia dengan setia. Dengan kehadirannya yang setia setiap saat itu, saya menjadi tidak menghargainya. Kini, kehangatan mentari Indonesia menjadi sebuah hal yang tidak bisa dijangkau dengan mudah.

Dulu, saya seringkali menghindari paparan sinar mentari yang terasa menyengat. Kini, setiap kali ada sinar mentari, saya akan keluar dan menikmatinya dengan bersyukur. Tidaklah mengherankan kalau kulit saya semakin mencoklat. Terlebih di saat musim semi dan musim panas. Paparan sinar mentari di negeri ini sangat kuat dan hampir setiap hari keluar dan terkena paparannya.

Sinar mentari sangat penting bagi tubuh kita. Dengan bantuannya, tubuh akan membentuk vitamin D yang sangat diperlukan bagi tubuh. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi penduduk Belanda untuk setidaknya keluar dari rumah, berjalan-jalan di sekitar rumah agar menerima paparan sinar mentari. Jika tidak mencukupi, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi vitamin D.

Anjuran mengkonsumsi vitamin D ini lebih ditekankan juga ke warga Belanda yang berasal dari negara tropis yang berkulit tidak putih. Mengapa? karena asupan vitamin D bagi kelompok warga ini jauh lebih besar daripada asupan vitamin D dari kelompok warga lainnya.

Pemerintah juga menganjurkan agar warga yang memakai pakaian sesuai agamanya lebih memperhatikan asupan vitamin D. Dengan menggunakan pakaian yang menutupi sebagian besar tubuh, asupan sinar mentari jauh lebih sedikit daripada mereka yang berpakaian pakaian jenis lainnya. Terlebih lagi, sebagian besar di antara mereka lebih banyak berada di dalam rumah.

Apakah hal itu hanya terjadi di negeri 4 musim? ternyata tidak. Dari beberapa artikel yang pernah saya baca, banyak sekali warga negara di negeri tropis menderita kekurangan vitamin D. Lha kok bisa?

Hal itu bisa saja terjadi. Ketika orang menghindari paparan sinar mentari, resiko kekurangan vitamin D sangat besar. Ada orang yang menghindari paparan sinar mentari agar tetap cantik, takut menjadi hitam dan kusam atau ada orang yang pergi ke tempat kerja sebelum matahari terbit dan pulang ketika mentari sudah berada di peraduannya. Selain itu, aktivitas di luar semakin berkurang. Orang lebih suka menghabiskan waktu di dalam ruangan seperti toko dan mall daripada di lingkungan luar.

Mari kita perhatikan diri kita. Apakah asupan vitamin D kita cukup? luangkan waktu untuk menikmati sinar mentari. Nikmati kehangatan sinar mentari pagi dengan penuh syukur. Dengan demikian, tidak perlu membeli vitamin D buatan. Cukup keluar dan nikmati sinarnya dengan bahagia.


maandag 8 januari 2018

Jalan Kaki

Tanggul yang melindungi perumahan dengan jalur untuk pejalan kaki

Dalam sebuah acara dokumenter tentang Indonesia, pernah disebutkan kalau orang Indonesia enggan untuk berjalan kaki. Mengapa orang Indonesia jarang sekali berjalan kaki? apakah disebabkan oleh iklim tropis yang membuat cepat gerah? atau karena budaya yang antara lain tidak menghargai kegiatan jalan kaki sebagai suatu hal yang istimewa? ataukah ada sebab lainnya?

Ada juga pertanyaan yang menggelitik: benarkah orang Indonesia tidak mau atau enggan berjalan kaki? siapakah yang tidak suka berjalan kaki?

Sejak kecil saya sangat suka berjalan kaki. Berjalan kaki ke sekolah, berjalan kaki ke sekitar desa, berjalan kaki ke rumah nenek dan rumah saudara lainnya yang tinggal di desa sebelah. Sampai berjalan kaki ke kampus UGM untuk kuliah sampai ketika saya bekerja di UGM. Itu saya lakukan hampir setiap hari. Jika kegiatan memerlukan mobilitas yang lebih banyak, saya menggunakan sepeda motor.

Memang terasa sekali ketika berjalan kaki, keringat akan bercucuran karena temperatur yang lumayan tinggi. Salah satu taktik yang saya pilih adalah mengatur jadwal kuliah sepagi mungkin atau di sore hari. Dengan demikian, selama berjalan kaki akan terhindar dari sengatan matahari.

Dari kebiasaan berjalan kaki itu, saya tidak kaget ketika hidup di Belanda. Di sini, kegiatan jalan kaki sangat populer. Berjalan kaki menjadi salah satu kegiatan umum. Mereka akan mengambil route jalan kaki khusus atau berjalan di sekitar rumah. Fasilitas untuk jalan kaki di sini sangat bagus. Setiap route akan dilengkapi dengan tanda lalu lintas yang lengkap. Bahkan dengan app khusus di Handphone, orang bisa mengikuti route jalan kaki dengan mudah.

Setiap hari, saya usahakan untuk berjalan kaki setidaknya 30 menit. Dengan kegiatan ini, kita akan memiliki kondisi tubuh yang lebih sehat. Selain itu, jiwa kita akan semakin rileks dan sehat. Jadi teringat sebuah slogan: In Sana In Corpore Sano. Di dalam tubuh yang sehat akan terdapat jiwa yang sehat pula.


maandag 18 december 2017

Nikmati dan kerjakan saat ini

Festival Indonesia berakhir hari sabtu malam kemarin. Salah satu orang yang tampil di malam itu adalah perempuan cantik Indonesia yang pintar menyanyi. Saya mengagumi penampilan dia. Bangga melihat dia yang bisa menyanyi dengan merdu. Dulu, saya pernah sedih karena tidak bisa menyanyi sementara adik-adik, kakak dan bahkan bapak ibu pinter menyanyi. Saya? tidak bisa menyanyi. Sekarang perasaan itu tidak ada lagi. Peran saya bukan untuk menyanyi tapi berperan sebagai penonton. Kalau semua jadi penyanyi, siapa yang akan menonton?

Setelah festival selesai, secara kebetulan saya bertemu dengan penyanyinya. Kami berbincang-bincang dan saling berbagi kabar. Sebenarnya saya sudah mengenalnya sejak lama, lebih dari 10 tahun yang lalu ketika dia masih remaja. Setelah dia pindah ke luar kota, kami tidak pernah bertemu lagi. Kini dia tampak dewasa.

Dalam obrolan itu, kami berbincang tentang beberapa hal yang penting. Di antaranya adalah tentang hidup di rantau dan tentang pencarian jati diri. Penyanyi itu tidak muda lagi, saya kira sudah di atas 25 tahun. Dia masih berada dalam perjalanan mencari jati diri dan masih terus bergulat untuk mencari ¨ruangan ¨di negeri rantau ini. Dia datang ke Belanda bersama orangtuanya. Meskipun sudah lebih dari 25 tahun, dia masih belum mampu untuk berakar dan menikmati hidupnya seperti yang dia harapkan.


Ada yang berperan sebagai pemusik dan di sisi lain, sebagai penonton


Memang hidup di rantau tidaklah selalu mudah. Seakan berpijak di dua dunia karena perantau memiliki riwayat hidup di negeri asal dan kini hidup di negeri yang baru. Kegelisahan itu pernah juga saya alami. Kalau tidak kuat, hidup di rantau akan membawa tekanan jiwa tersendiri.

Sebelum berpisah, saya ceritakan ke penyanyi itu tentang pengalaman saya. Satu hal yang penting adalah menikmati apa yang kita hadapi dan kita miliki saat ini. Bersyukur tentang diri kita, menerima diri kita tanpa perlu menghakimi diri dengan keras (tidak cantik, tidak pintar, tidak bisa ini itu dst). Hakim paling keras biasanya adalah diri kita sendiri. Akibatnya, kita tidak mampu untuk menikmati hari-hari dengan bahagia.

Menghargai diri sendiri dengan jujur sangat perlu. Menghargai tanpa menjurus ke pemujaan diri berarti menghargai diri sendiri dengan seimbang. Berdamai dengan diri juga perlu. Tanpa hal ini akan sulit untuk menjadi diri dan akan terus berusaha mencari jati diri. Mengapa terus mencari sementara yang dicari ada dalam diri kita?

Hargai kemampuan diri, lihat betapa merdunya suaramu. Lihat penampilanmu tadi yang memukau penonton? itu sebuah talenta yang luar biasa. Kita sehat, bisa berjalan dengan baik. Lihat mereka yang sakit dan tidak bisa bergerak. Lihat diri kita yang masih bisa tersenyum, berlari ke sana kemari, aktif setiap hari.

Saya mencoba memperlihatkan ke dia untuk tidak perlu mencari-cari lagi. Tidak perlu lagi berandai-andai mengerjakan sesuatu di masa depan. Mari kita nikmati apa yang kita hadapi saat ini dengan penuh syukur. Mungkin hal ini sangat mudah untuk diomongkan. Dalam kondisi kejiwaannya, hal ini memerlukan proses yang cukup lama. Saya berharap agar dia bahagia dan tidak perlu gelisah lagi.

Ketika kami berpisah, dia mengatakan untuk bisa berbincang lagi di masa depan.

*be yourself °°° don´t jugde and punish yourself unfairly

woensdag 13 december 2017

Ventilasi udara


ventilator pintu yang diatur dengan sebuah tali

Berbeda dengan rumah yang dibangun sebelum tahun 1990, rumah baru dibangun dengan sistem ventilasi yang berbeda. Rumah-rumah baru seringkali sangat tertutup sehingga sirkulasi udara di dalam rumah tidak berlangsung seperti yang kita harapkan. Terlebih ketika rumah-rumah memasang peralatan pendingin ruangan AC yang menuntut ruangan yang tertutup rapat.

Kualitas udara di dalam rumah sangat dipengaruhi oleh sistem sirkulasi udara. Jika sirkulasi udara di dalam rumah tidak baik akan menyebabkan buruknya kualitas udara di dalam rumah. Menurut sebuah penelitian, seringkali kualitas udara di dalam rumah lebih buruk dibandingkan dengan kualitas udara di luar rumah. Terutama rumah-rumah di daerah perkotaan yang jarang memiliki jendela yang bisa dibuka dengan leluasa. Rumah yang sangat tertutup dan tidak memiliki ventilasi udara yang bagus akan menyebabkan kualitas udara di dalam rumah menjadi rendah dan buruk.

Kualitas udara di dalam rumah yang buruk akan mempengaruhi kualitas kesehatan penghuninya. Salah satunya adalah gangguan pernafasan.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk memperhatikan dan menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan sebaik mungkin. Beberapa cara berikut ini:

  1. Bersihkan ruangan secara teratur
  2. Jika menggunakan peralatan pendingin ruangan AC, bersihkan secara teratur filter udaranya.
  3. Untuk ruangan yang tidak menggunakan sistem ventilasi otomatis, buka jendela lebar-lebar minimal 30 menit setiap hari. 
  4. Jika mau membuka jendela sepanjang hari, pasang kisi-kisi sehingga nyamuk tidak memasuki rumah. (juga sebagai pengaman dari pencuri).
  5. Untuk sirkulasi udara dalam kamar, sebaiknya setiap pintu memiliki sistem ventilasi udara yang bisa kita atur. (kami memiliki alat ventilasi udara di beberapa pintu yang penting di dalam rumah)
  6. Jika tidak memungkinkan untuk memasang ventilasi di pintu, sebaiknya pasang pintu yang tidak menutup sampai lantai. Buat rongga sehingga ada ruangan bagi udara untuk keluar dan masuk.

maandag 24 juli 2017

Menjaga kesehatan gigi



Sejak hari selasa minggu kemarin, CP mengeluh bahwa gigi bagian bawah terasa sakit. Saya memeriksa gigi dan mulutnya dan terlihat gusinya memerah dan membengkak. Saya menduga kalau dia terkena infeksi gusi. Berlagak seperti dokter gigi, saya menyarankan agar CP lebih seksama ketika menggosok gigi-giginya. Ditambah dengan berkumur dengan cairan khusus untuk mulut. Dengan harapan agar rasa sakitnya berkurang.

Sayang sekali, sampai hari minggu kemarin, rasa sakitnya tidak berkurang malah bertambah. Setelah menelpun dokter gigi di pagi hari, CP ditangani dokter gigi asli jam 14:50. Benar, gusinya meradang karena ada kotoran sisa makanan yang terselip di antara gigi kemudian membusuk dan tertutup oleh gusi. Itu yang menyebabkan radang gusi.

Asisten dokter gigi kemudian membersihkan gigi-giginya. Setelah itu disarankan agar CP menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dengan cara: menggosok gigi dengan seksama dan membersihkan sela-sela gigi dengan sikat khusus.

Sejak CP memiliki beugel memang dia kesulitan untuk membersihkan gigi-giginya. Bersyukur, sudah 1 bulan ini, dia bebas dari beugelnya. Ternyata selama dia memakai beugel, kondisi gusinya kurang bagus. Untuk itu, dia harus disiplin menjaga agar kesehatan mulut dan giginya dengan bagus.

Jika CP tidak teratur ke dokter gigi, saya rasa dia akan memiliki kondisi gigi yang tidak bagus. Dia akan memiliki gigi yang berlubang atau sakit gigi. Kami memeriksakan gigi dan membersihkan karang gigi dengan teratur. Dengan demikian, kami terhindar dari sakit gigi yang katanya sangat luar biasa sakitnya.

Dengan memiliki gigi yang sehat dan bersih, kita bisa juga tersenyum dengan cemerlang ...

dinsdag 14 februari 2017

Informasi tentang khasiat bahan pangan lewat medsos

Ada beberapa reaksi tentang tulisan sebelumnya tentang kewaspadaan menerima informasi khasiat bahan pangan. Reaksi itu menunjukkan kalau kita masih tetap waspada dan kritis. Tidak menerima informasi begitu saja.

Mengapa perlu kewaspadaan ketika menerima informasi lewat media sosial? pertama kita tidak/belum mengetahui kebenarannya. Siapa yang menulis dan mengirimnya? tujuannya apa? ketika informasi berkaitan dengan makanan dan kesehatan, kita perlu lebih waspada lagi.

Makanan sebagai obat dan menjadi sarana menyembuhkan, ini tidak asing lagi. Nenek moyang kita sudah menemukan jamu dan obat-obatan yang sudah diuji coba secara turun temurun. Jamu tersebut belum tentu memiliki kriteria seperti obat-obatan modern yang memiliki kriteria spesifik tentang dosis dan efeknya.

Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu beredar postingan tentang manfaat biji buah salak (kentos). Dalam postingan tersebut tercantum manfaat biji buah salak yang mampu menyembuhkan sakit diabetes. Bagaimana reaksi yang muncul dalam group? sebagian besar antusias.

Ternyata ada perusahaan yang sudah memproduksi obat dengan bahan biji buah salak dan memasarkannya. Jika produk tersebut benar-benar mampu menyembuhkan diabetes, tentu sangat luar biasa. Sampai saat ini belum ditemukan obat diabetes yang bagus sehingga angka kematian karena penyakit ini termasuk tinggi. Ini mengundang pertanyaan, benarkah produk tersebut mampu menyembuhkan penyakit diabetes?

Sebuah produk obat memerlukan proses yang panjang. Dimulai dengan dengan riset teori sampai uji coba. Proses ini memerlukan beaya yang banyak dan tentu saja teknologi yang baik. Proses penemuan ini juga harus dilandasi dengan metode yang benar.

Bagaimana dengan pernyataan yang beredar lewat media sosial? adakah landasan ilmiah yang benar?
Saya belum menemukannya. Dalam informasi tersebut hal yang menonjol adalah manfaatnya yang sangat banyak. Tidak pernah dicantumkan efek sampingnya.

Jika seseorang percaya akan khasiat ¨produk tertentu¨dari media dan tidak diikuti dengan penanganan medis dikhawatirkan akan terkena efek samping yang tidak baik.

Mari kita tetap waspada ketika menerima informasi.

Salam hangat
dp



zaterdag 11 februari 2017

Waspada menerima informasi tentang bahan pangan lewat media sosial

Sejak teknologi media yang memungkinkan orang memiliki smartphone, informasi mengalir bagai air yang terus menerus mengalir. Informasi itu kadang memiliki sumber yang jelas tapi sebagian besar tidak terlihat dan sulit melacak sumbernya. Banjir informasi yang terus menerus mengalir itu akan membuat bingung jika kita tidak memiliki filter dan kearifan untuk menyikapinya.

Dulu sumber informasi terbatas pada media cetak seperti koran, majalah dan buku. Juga media elektronik seperti radio dan televisi. Media telefoon menjadi sarana berkomunikasi antar orang. Saat ini, dengan adanya internet, kita bisa mengakses informasi dengan mudah dan dengan jumlah tak terbatas. Kita juga bisa mengakses informasi setiap saat.

Sayang sekali, selain informasi yang bisa dipercaya ada banyak sekali berita dan informasi yang tidak bisa dipercaya. Di satu sisi ini, kita perlu waspada akan informasi yang bertebaran dan memasuki ranah kehidupan kita. Salah satu informasi yang sering diterima adalah informasi tentang manfaat berbagai macam sayuran, tanaman, biji-bijian dan bahan pangan lainnya. Sebagai contoh adalah informasi yang diterima lewat whatsApp tentang manfaat pete dan kenikir. Informasi semacam itu selain memaparkan manfaat bahan pangan sebagai sumber serat, vitamin dan mineral juga bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit.

Ketika menerima informasi seperti itu, muncul beberapa macam pertanyaan seperti berikut: benarkah? bagaimana dan siapa yang telah meneliti khasiat bahan pangan tersebut? jika benar bahan pangan tersebut memiliki khasiat seperti yang dipaparkan dalam postingan itu, berapa takarannya dan bagaimana mengkonsumsinya? adakah efek samping dari bahan pangan itu selain manfaat positifnya?

Saya percaya bahwa bahan pangan yang kita konsumsi itu merupakan hasil dari seleksi nenek moyang kita selama berabad-abad. Dengan mengkonsumsi bahan pangan yang bervariasi, kita akan memiliki tubuh yang sehat. Ada bahan pangan yang telah diuji coba secara turun menurun sebagai sumber obat-obatan. Contohnya adalah jamu yang diolah dari rempah-rempah.

Selain uji coba yang telah dilakukan secara tradisional. ada pula para ilmuwan yang menguji coba dan mencari obat dari bahan pangan. Sebagai contoh adalah kurkuma yang diuji khasiatnya oleh salah satu universitas Amsterdam. Kita tunggu hasil penelitiannya.

Bagaimana dengan informasi yang kita terima lewat media sosial? mari kita waspada dan berhati-hati untuk mempercayainya. Kita tidak mengetahui sumber penulisnya. Selain itu, tidak diketahui kebenarannya. Bisa saja, penulis itu hanya mengcopy dan memasukkan informasi yang tidak benar.

Mari mempercayai informasi yang mencantumkan sumber yang bisa dipercaya. Sumber yang tercantum dengan jelas dan bisa dihubungi sehingga bisa mempertanyakan kebenaran informasinya.

****have a good weekend***

Salam hangat,
dp


zondag 11 december 2016

Tanaman: filter udara

Memiliki rumah yang berada di pinggir jalan memiliki sisi positif dan negatif. Selain memiliki akses transportasi dan potensi ekonomi, rumah di pinggir jalan raya memiliki resiko yang tidak menyenangkan. Suara bising, udara yang tidak sehat, juga tidak nyaman.

Polusi udara itu bisa mendatangkan keluhan bagi paru-paru, saluran pernafasan dan kesehatan mata.  Jika asap kendaraan bermotor itu sangat banyak bisa menyebabkan sakit kepala dan mual-mual.

Saat ini, jumlah kendaraan di jalanan Indonesia semakin meningkat. Setiap kali saya kembali ke Indonesia, terlihat bahwa jalanan semakin dipenuhi oleh kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil. Kendaraan bermotor ini akan mengeluarkan asap yang mengandung butiran-butiran halus yang akan mengganggu kesehatan badan. Selain itu, suaranya juga akan mengganggu kesehatan telinga.

Pernah saya menginap di rumah nenek yang terletak di pinggir jalan raya. Pada saat itu (sekitar 20 tahun yang lalu), sebenarnya jumlah kendaraan bermotor belum sebanyak saat ini tapi saya kurang bisa tidur nyenyak. Saya tidak terbiasa tidur di rumah yang terletak di pinggir jalan raya. Suara-suara mobil dan motor yang lalu lalang sangat mengganggu. Apalagi kini? saya tidak bisa membayangkannya karena jumlah kendaraan bermotor semakin banyak dan seakan tiada hentinya melintasi jalan raya.

Bagaimana mengatasi masalah tersebut?

Untuk melindungi penghuni rumah di pinggir jalan raya tentu tidak mudah. Tapi penghuni bisa mulai melindungi kesehatan sendiri.

  • Jaga agar ventilasi udara dalam rumah berfungsi dengan baik. Dengan ventilasi yang baik, butiran-butiran halus dan asap yang mengganggu akan terbawa udara keluar rumah. Dengan demikian, penghuni akan menghirup udara yang lebih segar. 
  • Jika memungkinkan lindungi rumah dengan menanam pepohonan di depan rumah. 
  • Rumah yang berfungsi sebagai toko atau tempat usaha tentu tidak mudah untuk memiliki pohon. Tapi rumah bisa dilindungi dengan memasang tirai tanaman jalar. Tanaman itu akan menyerap udara yang tidak sehat. 
  • Taruh tanaman-tanaman dalam pot sebagai penghias dalam rumah sekaligus sebagai filter udara yang tidak sehat. 
Beberapa contoh tanaman yang menjadi filter udara dalam rumah:

  •  Nephrolepsis exaltata
  •  Rhapis exelsa
  •  Spathiphyllum
Tanaman akan memproduksi udara sehingga akan membuat ruangan lebih segar. Selain itu, tanaman juga berfungsi sebagai mesin yang mampu menyaring butiran-butiran halus yang berbahaya. Setiap tanaman memiliki fungsi tersendiri dalam menyaring udara.

Tanaman suplir (Nephrolepsis exaltata) mampu menyaring gas Xylene dan Toluene. Keduanya bisa menyebabkan sakit kepala, mudah capai, hilang pendengaran dan pandangan.

Suplir


Tanaman kedua adalah palm hijau (Rhapis exelsa). Tanaman ini mampu menyaring amoniak dari udara.


Tanaman ketiga adalah sejenis lily (Spathiphyllum) yang mampu menyaring aceton dari udara. 

 

 

Ketiga jenis tanaman tersebut sangat mudah ditemukan di sekitar kita. Silahkan mencoba menempatkan filter udara di dalam rumah.


vrijdag 9 december 2016

Resiko tinggal di dekat jalan (raya)

Di negeri Belanda rumah yang dekat dengan jalan raya akan memiliki harga yang lebih rendah daripada rumah yang letaknya jauh dari jalan raya. Sebagian besar orang akan memilih rumah yang lokasinya jauh dari jalan raya. Ini berbeda dengan Indonesia: harga rumah yang terletak di jalur jalan akan lebih mahal daripada rumah yang jauh dari jalan (raya).

Salah satu sisi positif dari rumah yang dekat dengan jalur jalan adalah akses ke jalan dan sarana transportasi yang lebih mudah. Selain itu, khusus untuk Indonesia, rumah yang berada di jalur jalan akan memiliki potensi ekonomi yang lebih tinggi daripada rumah yang terletak di bagian dalam. Orang bisa membuka toko dan usaha-usaha lainnya karena bisa menjaring konsumen lebih.

Kondisi itu juga dipengaruhi oleh lokasi usaha yang tidak/belum diatur oleh negara. Setiap orang bisa membuka usaha dengan mudah. Berbeda dengan yang terjadi di Belanda. Orang tidak boleh membuka usaha di sembarang tempat. Sudah ada lokasi tersendiri untuk membuka usaha. Lokasinya biasanya tidak berada di sepanjang jalan melainkan dalam suatu kompleks yang melekat dengan sebuah kota.

Dalam kurun waktu 15 tahun terakhir ada perubahan yang cukup mencolok di Belanda. Tanah-tanah ladang di sepanjang jalan raya yang tadi kosong sekarang banyak dipenuhi dengan gedung-gedung untuk bisnis. Beruntung, ketika krisis ekonomi terjadi, pembangunan gedung-gedung itu semakin mereda. Meskipun kompleks bisnis itu berada di sepanjang jalan raya tapi letaknya tidak langsung di bahu jalan. Ada jarak yang lumayan lebar antara bahu jalan dan kompleks bisnis. Kira-kira bisa 500 - 1000 meter. Konsumen juga tidak bisa langsung mencapai setiap gedung itu seperti halnya di Indonesia. Biasanya hanya ada 1 pintu jalan untuk mencapai kompleks bisnis.

Mengapa orang enggan dan tidak mau memiliki rumah di dekat jalan raya? ada beberapa alasan, sebagai berikut:

  • Polusi suara: suara bising dari kendaraan yang melalui jalan raya sangat mengganggu. Kalau suaranya melebihi batas normal akan menggangu kesehatan telinga. 
  • Polusi asap: kendaraan bermotor akan mengeluarkan asap yang mengandung butiran-butiran kecil yang sangat membahayakan kesehatan. Jika rumah berada di dalam jarak kurang dari 200 meter dari jalan maka resiko terkena menghirup butiran-butiran halus yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor sangat besar. Resikonya adalah penyakit paru-paru: astma dan bronkistis. 







Bagaimana mengatasi resiko di atas?

Di Belanda perumahan yang dilalui jalan raya akan dilindungi oleh tembok. tembok itu dibuat dari berbagai macam bahan, seperti kayu, batu bata, batu alam dan gelas tebal.

Bagaimana dengan rumah-rumah yang terletak di pinggir jalan dengan kelas yang lebih rendah? tentu sangat tidak mudah untuk membangun tembok seperti foto di atas. Bagi mereka yang memiliki rumah di pinggir jalan biasa tetap memiliki resiko terkena polusi. Oleh karena itu, sebaiknya setiap penghuninya diharapkan membuat beberapa langkah seperti berikut ini:

  • Lindungi rumah dengan pagar
  • Lindungi rumah dengan pepohonan
  • Lindungi jendela-jendela dengan tirai
  • Kalau memiliki balkon, tanam tanaman jalar (seperti tanaman sirih) yang mampu melindungi rumah

zaterdag 5 november 2016

Ketika sakit: dengarkan sinyal tubuh

Sejak hari rabu kemarin, saya sakit. Bersyukur hari ini sudah semakin sembuh.
Sebenarnya sejak beberapa minggu ini saya merasakan tubuh memberi sinyal agar lebih banyak istirahat. Kepala kadang-kadang ¨nggliyeng¨ atau pusing ringan. Meskipun sudah diberi sinyal, tetap saja saya keras kepala. Berbagai kegiatan tetap dijalani. Terutama kesibukan menyiapkan festival untuk besok hari minggu 6 november 2016.

Di saat ada perubahan musim, biasanya banyak orang yang menderita sakit. Juga saya seringkali sakit, terutama dari musim panas ke musim gugur atau dari musim gugur ke musim dingin. Di dalam periode ini, cuaca semakin dingin dan banyak hujan. Dengan demikian, tubuh akan membutuhkan energi ekstra agar bisa beradaptasi dengan perubahan musim tersebut.

Dalam minggu-minggu kemarin, saya seringkali kehujanan di saat bersepeda. Basah kuyub dan dingin tidak dirasakan ketika tubuh sehat. Tapi lama-lama, kondisi tubuh menurun ketika kegiatan masih tetap banyak. Salah satu akibatnya tubuh akan rentan sakit.

Sebenarnya tubuh kita itu sangat pintar. Tuhan sudah menciptakan mekanisme yang akan memberi sinyal agar kita lebih banyak istirahat. Sinyal agar kita lebih banyak minum dan makan dan seterusnya. Kita sendirilah yang lebih tahu tentang kondisi tubuh kita. Sayang sekali, kita tidak selalu mau mendengarnya.

Berdasarkan pengalaman ini, saya akan mencoba untuk lebih mendengarkan sinyal dan bahasa tubuh.

Salam dan selamat menikmati akhir pekan.