Posts tonen met het label Memasak. Alle posts tonen
Posts tonen met het label Memasak. Alle posts tonen

dinsdag 27 juni 2017

Cara mudah membuat Selai redberries dan strawberry



Buah-buahan merah berjenis berry ini sangat rentan dan mudah rusak. Kesegarannya tidak bertahan lama dan jika tidak berhati-hati akan mudah berjamur. Oleh sebab itu, jika memungkinkan, segera nikmati buah-buahan ini setelah dipetik. Selain itu, buah-buahan ini bisa disimpan dalam lemari es selama dua hari.

Tapi jika memiliki buah dalam jumlah yang relatif banyak, bisa dibuat selai atau dibekukan. Kali ini, buah-buah merah ini dibuat selai.

Bahan: 1 Kg gula yang khusus untuk membuat selai (mengandung pectine) dan 1 Kg buah-buahan

Persiapan: siapkan botol selai, 2 panci dan tang dan bersihkan buah-buahan. 

Caranya sangat mudah. Langkah pertama, siapkan botol-botol selai. Kemudian rebus sampai mendidih. Angkat botol-botol itu kemudian diletakkan di atas kain serbet bersih sampai botolnya kering. (Sebaiknya dikeluarkan dari panci bersamaan waktunya ketika adonan buah juga mendidih)


Rebus botol selai (steril)


Setelah air mendidih, keluarkan botol dengan sebuah tang
















Bersihkan buah dengan hati-hati kemudian cuci bersih. Kemudian, iris strawberry sesuai selera. Sisihkan. Sisa buah diblender selama beberapa detik, jaga agar tekstur buah masih ada.



Bersihkan dan cuci dengan hati-hati







Campur gula dan buah-buahan kemudian blender. Masukkan irisan strawberry.





Rebus adonan buah-buahan sampai mendidih. Setelah mendidih biarkan selama 5 menit. Kemudian segera masukkan ke dalam botol selai yang masih panas. Segera balik botolnya dan biarkan selama menit sehingga botolnya menjadi kedap udara. Cara sederhana ini adalah untuk menjaga agar selai tahan lama. 


Setelah 5 menit, balik kembali botol selai. Jika ada selai yang mengotori botol, segera bersihkan dengan kain lap bersih. Simpan di tempat kering. Jika dilakukan dengan cara baik, selai ini akan bertahan 1 tahun.

Selamat mencoba.

*** Jika tidak memiliki gula khusus yang mengandung pectine, bisa menggunakan gula pasir biasa. Setelah jadi adonannya, simpan di dalam lemari es semalam. Kemudian masak dengan cara yang sama.

zondag 27 november 2016

Memasak: mengukus

Ada berbagai macam cara untuk memasak, salah satunya yang sudah kita kenal adalah memasak dengan kukusan. Mungkin cara ini tidak begitu banyak pakai lagi selain untuk membuat beberapa jenis makanan tertentu seperti membuat lemper atau mengkukus nasi dalam jumlah banyak. Untuk sehari-hari, cara ini jarang dipakai.

Sayang sekali mengukus ini jarang dipakai untuk memasak sehari-hari. Padahal ada kelebihan memasak dengan cara mengukukus: Vitamin dan mineral makanan yang dikukus akan terjaga lebih baik (tidak larut dan tidak hilang dengan mudah seperti halnya jika makanannya direbus dengan air).


 Bahan masakan yang bisa dikukus: Sayuran, beras, dan ikan. (Sebenarnya semua bahan masakan bisa dikukus).

Peralatan mengukus: material kukusan memiliki banyak jenis, ada yang terbuat dari bambu sampai kukusan yang terbuat dari alumunium dan baja. Jenis kukusannya juga bermacam-macam. Salah satunya adalah kukusan yang bisa dilipat seperti foto di bawah ini.

Alat kukusan yang bisa dilipat. Sumber foto: IKEA
Saat ini, ada peralatan dapur modern yang bisa mengukus. Alatnya seperti oven yang bisa dipasang dalam lemari dapur.


Cara mengukus:

Memasak dengan cara mengukus membutuhkan waktu yang banyak daripada dengan cara merebus. Jadi perhatikan penggunaan airnya, jaga agar cukup tapi jangan sampai mengenai bahan masakannya.

Berikut ini saya tulis cara mengukus dengan alat kukusan kecil atau bisa juga dengan alat kukusan lipat. Dengan asumsi agar tulisan ini menjadi ide untuk memasak dalam jumlah kecil dan dilakukan setiap hari.
  • Masukkan air dalam jumlah yang cukup ke dalam panci
  • Tutup panci
  • Didihkan airnya
  • Gunakan api kecil
  • pasang alat kukusan
  • masukkan bahan masakan
  • Jika memiliki beberapa jenis bahan masakan, misalnya wortel dan brokoli. Tata bahan masakan itu menurut lama masaknya. Taruh wortel dulu baru brokoli.
  • Mengukus memerlukan uap air, oleh karena itu jaga agar airnya tidak sampai mengering.

Tips:
Air sisa kukusan bisa dipakai untuk membuat adonan bumbu, misalnya bumbu sate dan pecel. Bisa juga dimasukkan ke dalam masakan lain. 

zondag 9 oktober 2016

Membuat selai strawberry


 



Sejak tanaman strawberry berbuah, cp sudah mulai membuat ide untuk membuat selai. Aku semula tidak begitu antusias karena dia itu suka membuat tapi tidak suka membersihkan perangkat dapur dan dapurnya. Selain itu, dia juga tidak selalu mau makan apa yang dia buat.


Tiba-tiba di hari selasa kemarin dia pulang dengan membawa sekilo gula selai. Dia mengajakku membuat selai hari rabu siang karena dia libur setengah hari.

Rabu siang: setelah dia beristirahat sejenak, aksi membuat selai dimulai. Kuminta dia mengambil peralatan dan menyiapkan bahan-bahannya.

Setiap hari, kami memetik buah di kebun sendiri. Tidak banyak, sekitar 500 gr. Kami telah menyimpan panen kemarin sehingga terkumpul lebih dari sekilo. Cukup untuk membuat 5 botol selai.

Untuk kegiatan yang membahayakan seperti merebus botol-botol saya lakukan sendiri sementara sisanya dialah yang melakukannya.

Ketika dia saya minta untuk mengiris-iris buah, dia tidak mau. Dia takut terisis pisau lagi. Tapi saya tidak pantang menyerah. Setengah paksa, dia mengiris buah semuanya. Hal yang dia suka adalah memblender buahnya.

Terlihat sekali kalau dia menikmati acara membuat selai strawberry.

sortir buah
Merebus botol agar steril
bermain air ech mencuci buah
mencuci strawberry

 memblender

 mengaduk-aduk selama 5 menit




menuang selai panas dengan hati-hati


dibalik dulu selama 5 menit
segera botol dibalik shg menjadi vacuum

maandag 29 augustus 2016

Menyimpan nasi dalam magic jar?

Dengan adanya rice cooker, kita tidak memiliki kesulitan untuk memasak nasi setiap saat. Tapi mengapa masih ada banyak orang yang memasak nasi satu kali kemudian menyimpannya dalam magic jar seharian?

Saya pernah mengajukan pertanyaan itu ke beberapa saudara dekat. Alasannya adalah biar praktis dan kalau ingin makan, tinggal mengambil nasi dari magic jar. Tentu alasan ini sangat bisa diterima tapi pernahkah kita memikirkan tentang pemakaian listriknya?

Selain itu, apakah kita perlu setiap saat makan dalam rentang waktu sehari?

Ada tiga alasan yang menyebabkan saya tidak mengikuti cara menyimpan nasi dalam magic jar.

Alasan pertama, ketika kita menyimpan nasi dalam magic jar seharian. Berapa daya listrik yang dipakai? seandainya kita menggunakan listrik, katakanlah Rp. 250,- perhari untuk mempertahankan kehangatan nasi, berapa banyak uang yang kita keluarkan untuk sebulan?  Mungkin kita tidak pernah memikirkan beaya listrik untuk menghangatkan nasih, tapi kita perlu memperhatikan gaya pemakaian listrik kita.

Kedua, dengan tidak memiliki persediaan nasi setiap saat, kita akan berpikir beberapa kali untuk makan sebelum waktunya. Sebaliknya, jika memiliki persediaan nasi, kita akan mudah tergoda untuk makan melebihi kebutuhan tubuh kita. Salah satu akibatnya adalah kegemukan.

Ada alasan lain yang sangat pribadi, saya sangat menyukai keharuman aroma nasi yang baru saja dimasak. Saya menyukai nasi yang segar yang baru saja dimasak. Ketika nasi masih mengepul dan menyebarkan aroma tersendiri.

Tips:

  1. Masak nasi dalam takaran yang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Sekitar 75-100 garam beras/per orang.
  2. Masaklah nasi sebelum jadwal makan, sekitar 30 menit sebelumnya.


Memasak nasi dengan rice cooker

Setelah berlibur selama 1 bulan lebih, kini kami mulai kembali melakukan aktivitas keseharian. Memasak, membersihkan rumah dan kebun, berbelanja, jalan-jalan, bekerja dan seterusnya.

Ketika kembali dari liburan, rasa kangen untuk menyantap nasi dan masakan Indonesia terpenuhi. Sebuah alat masak yang sangat membantu adalah rice cooker. Alat ini kini tidak bisa terlepas dari dapur. Tentu tidak hanya saya saja tapi bagi sebagian besar penyantap nasi. Terima kasih banyak untuk yang mendesain dan membuat rice cooker (-;

Selain rice cooker, saya lihat ada begitu banyak keluarga di Indonesia yang menggunakan magic jar. Saya amati, mereka memasak nasi dalam jumlah yang lumayan banyak kemudian dibiarkan selama seharian dalam kondisi hangat di dalam magic jar.

Memasak dengan rice cooker memang sangat lebih mudah daripada memasak nasi dalam ketel/panci biasa. Kita tidak perlu menunggu dan mengamati proses memasaknya.

Saya pernah mengalami kejadian yang membuat saya malu dan menyesal ketika memasak nasi dengan rice cooker. Pertama, ketika mengundang salah seorang kolega dosen muda di Yogya. Saya sibuk menyiapkan makanan dan ketika menurut perhitungan perlu memasak nasi, saya menge-klik tombol ¨cook¨kemudian melanjutkan memasak. Saking sibuknya, dan juga saya mempercayai sang rice cooker, saya tidak memperhatikannya lagi.

Ketika teman saya hadir dan saya persilahkan untuk duduk di meja makan, saya mengambil rice cooker. Tapi apa yang saya lihat? rice cookernya tetap dingin dan nasi belum matang ...! O la la ... alangkah panik dan malunya saya. Ternyata, kabelnya belum ditancapkan ke stop contact. Dengan menahan malu dan penyesalan, saya mohon maaf dan meminta untuk menunggu ke teman saya.

Bersyukur teman saya memahami dan kami tertawa bersama. Setelah mengobrol kembali dan nasi masak, kami menyantap masakan sederhana dengan suka cita.

Kejadian itu terulang satu kali lagi di NL. Setelah kejadian itu, saya akan mengecek ulang kabel dan rice cooker dengan seksama agar pengalaman itu tidak terulang kembali.

Tips:

  1. Periksa bagian dalam rice cooker jika ada kotoran segera bersihkan
  2. Simpan rice cooker dalam kondisi bersih dan kering
  3. Ketika mau memasak, pastikan kabelnya masuk ke dalam stop contact
  4. Taruh di atas meja yang kuat 
  5. Jika uap panas yang keluar dari rice cooker mengenai perabotan dapur lainnya, segera lap dan bersihkan dengan seksama

vrijdag 15 juli 2016

Mengapa tidak memasak sendiri?

Ada sebuah reaksi yang menyentil tulisan-tulisan di blog ini. Memang, ada benarnya juga dia menyentil. Mengapa susah payah memasak jika bisa membeli makanan di luar dengan mudah dan murah? mengapa repot-repot berbelanja, memasak dan membersihkan dapur dan peralatan memasak?

Jaman sudah berubah, katanya. Waktu sangat berharga untuk memasak. Lebih baik waktunya dipakai untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat daripada memasak.

Reaksi itu membuat saya merenung beberapa hari.

Saya bisa memahami reaksinya. Dulu ketika bekerja di Yogya, saya juga lebih jarang memasak daripada saat ini. Pada waktu itu, suasana dan kondisi memang tidak kondusif untuk memasak. Mungkin kini, kondisi lebih tidak kondusif lagi untuk memasak sendiri.

Dulu, ibu dan almarhum bapak yang lebih sering memasak. Saya cukup membantu dan kadang-kadang saja memasak. Setelah menikah, saya memasak juga tapi frekuensinya tidak sesering sekarang.

Kini, saya tidak bekerja seperti dulu sehingga lebih banyak memiliki waktu untuk memasak. Mungkin ini yang membedakan.

Tapi benarkah?

Ada begitu banyak orang yang bekerja keras tapi tetap memasak.

Ketika saya bekerja di Belanda, saya juga memasak sendiri. Kegiatan memasak itu menjadi waktu untuk relaksasi. Saya bahagia ketika memasak. (Tapi jujur saja, saya juga sering bingung untuk memilih menu).

Memang sentilan itu masih menjadi bahan renungan ...

Selamat menikmati akhir pekan.

Salam dari desa pinggir sungai IJssel

zaterdag 9 juli 2016

Blekuthuk-blekuthuk: Timer dapur




Pernah di suatu waktu ketika kami masih kecil dan tinggal di sebuah desa di Yogyakarta, kangmasku diminta ibu untuk menjaga tungku agar apinya tetap menyala. Di saat itu, ibu sedang sibuk sementara nasinya belum masak. Agar nasi tidak gosong maka kangmasku diharapkan memberi tahu ibu jika air di dalam kuali habis diserap oleh beras.

Kangmasku menjaga api tungku dengan telaten. Dia menjaga api dengan baik, kalau api mau mati, dia menyebul dengan semprong yang terbuat dari bambu. Ketika mulai ada suara khas di dalam ketel, dia segera berlari ke ibu.

¨Bu .... sudah ada suara blekuthuk-blekuthuk...!¨ teriak kakakku sambil berlari ke arah ibu.
Ibu tersenyum tertawa mendengar teriakan kakakku.
Ketika memasak nasi (ngliwet) dengan tungku yang memakai kayu bakar, maka ketika airnya habis terserap, diperlukan api kecil. Biasanya dengan menggunakan bara api.

Dari saat itu, sampai sekarang kakakku dipanggil ¨Blekuthuk¨. Sebuah nama panggilan kesayangan. Padahal nama sebenarnya adalah Arga.

Cerita itu, bisa menggambarkan kalau kita sering kali membutuhkan bantuan ketika memasak. Ada saatnya kita sibuk dengan hal lain ketika memasak sementara kita tidak punya jam wekker atau timer (di dalam tubuh) yang mampu mengingatkan. Ach, khan cuma sebentar? ketika meninggalkan masakan, tubuh kita tidak mampu memberi sinyal tentang waktu dengan baik. Kita hanya mengandalkan rasa yang tidak bisa kita pakai sebagai alat yang akurat. rasanya sebentar tapi ternyata cukup lama sampai masakan menjadi gosong, misalnya. Tidak punya juga anak yang bisa membantu. Kadang saya juga begitu. Ketika memasak, pergi dulu sebentar ke atas atau ke tempat lain. Sampai tercium bau gosong ...!

Dengan membawa timer (yang telah disetel waktunya) ketika meninggalkan masakan, kita akan mengetahui berapa lama waktu kita.  Ketika saatnya, timer akan berbunyi untuk mengingatkan agar kita segera kembali memasak.

Timer dapur itu sangat bermanfaat. Selain menjaga agar masakan tidak gosong juga menjaga keamanan dan terhindar dari bahaya kebakaran.

Selain timer dapur, kita bisa juga menggunakan smartphone atau HP kita untuk mengingatkan agar kita kembali memasak (-:.

vrijdag 8 juli 2016

Jus apel sebagai pengganti anggur putih untuk memasak




Terdapat banyak resep terutama masakan Eropa yang menggunakan anggur putih dan anggur merah. Biasanya masakan yang menggunakan anggur adalah jenis masakan yang membutuhkan waktu lama.

Jika kita tidak memiliki anggur putih atau karena dilarang mengkonsumsi alkohol sementara mau memasak dengan resep yang menggunakan anggur, maka kita bisa menggunakan jus apel. Jus apel ini bisa kita beli dengan mudah di supermarket.

zondag 19 juni 2016

Memasak sendiri vs membeli makanan

Ada sebuah pesan yang masuk dari pembaca blog ini tentang keberatan memasak sendiri. Alasannya karena dia bekerja dan menurutnya, kalau memasak sendiri jauh lebih ribet dan jatuhnya lebih mahal daripada membeli makanan jadi. Benarkah? apakah membeli makanan jadi lebih hemat? adakah keuntungan lainnya kalau membeli makanan jadi?

Saya menyadari bahwa seringkali tidak mudah untuk memasak sendiri ketika seseorang bekerja dari pagi hari sampai malam. Tidak lagi waktu dan energi. Untuk mudahnya, banyak orang yang bekerja akan membeli makanan jadi.

Ketika saya bekerja di Yogya, memasak menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan dan saya lakukan sesering mungkin. Terutama di sore hari. Meskipun pada waktu itu, saya juga membeli makanan di luar rumah. Untuk sarapan, gudeg, pecel dan siang hari lotek dan berbagai makanan lainnya. Sore hari, kami mengelilingi kota Yogya dan sekitarnya untuk mencari makanan yang begitu menggoda seperti sate dan tongseng.

Dengan begitu banyaknya fasilitas dan kemungkinan membeli makanan jadi di luar menyebabkan saya tidak selalu masak sendiri. Ada begitu banyak warung dan restaurant yang menyuguhkan berbagai macam makanan yang lezat dengan harga terjangkau.

Kini setelah tinggal di Belanda, kami tidak bisa melakukan hal seperti di atas. Tidak bisa lagi membeli lotek dan makanan lainnya. Kalau ingin makan gule dan sate, saya harus memasaknya sendiri.

Di sini, saya jadi lebih mandiri dan bisa memasak segala macam masakan. Dulu? tidak pernah berpikir untuk membuat bakso atau membuat makanan lainnya.

Saya sangat memahami alasan pembaca yang tidak sempat memasak sendiri. Kemudian, ketika saya peroleh informasi kalau dia memiliki asisten rumah tangga, beberapa tips berikut agar bisa menkonsumsi masakan sendiri:

  1. Buat daftar menu harian/ mingguan
  2. Buat daftar belanja dan budgetnya
  3. Beri kepercayaan dan tugas ke asisten rumahtangga untuk mengambil alih peran memasak
  4. Jangan lupa untuk menyiapkan bekal makanan ke kantor setiap hari 

Keuntungan memasak sendiri:

  1. Kita bisa mengontrol kualitas makanan 
  2. Jauh lebih segar dan sehat
  3. Lebih hemat 
Saat ini, kita tidak bisa selalu mengontrol dan mengetahui bahan dan bagaimana orang memasak. Apakah bahan masakannya segar dan sehat? bagaimana lingkungannya, sehat dan bersih?  kita perlu waspada sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit yang datang dari makanan luar.


woensdag 30 maart 2016

Makan bersama

Siapa yang tidak memiliki pengalaman makan bersama dengan orang-orang sekitar? sejak kecil kita bisa melihat dan mengalami sendiri bahwa ada banyak saat ketika saling berbagi makanan. Ketika kita berkumpul, biasanya akan diikuti dengan acara makan bersama.

Mulai dari acara kelahiran sampai usai kematian, kita disuguhi dengan banyak acara makan bersama. Kalau dulu, orang sekitar akan membantu dan secara gotong royong memasak, kini tradisi itu sudah semakin menghilang.

Semakin memudarnya tradisi itu bisa sangat dipahami. Kini semakin banyak orang yang bekerja di luar rumah. Orang tidak lagi bisa bebas melakukan kegiatan di siang hari. Selain itu, ada kemungkinan bahwa orang tidak lagi saling mengenal dengan baik.

Rasa kekerabatan dan kebersamaan itu semakin memudar. Orang akan lebih memilih untuk memesan makanan untuk berbagai acara daripada memasak sendiri di dalam rumah. Selain semakin memudarnya kekerabatan itu, orang sudah jarang memiliki rumah yang cukup besar untuk bisa memasak dalam jumlah yang banyak.

¨Mangan ora mangan sing penting ngumpul¨menandakan bahwa orang Indonesia itu sangat erat dan suka sekali berkumpul. Di manapun di penjuru dunia ini, akan banyak dijumpai kumpulan orang Indonesia. Salah satu pengikatnya adalah makanan. Meskipun ada banyak makanan lokal seperti pizza, pasta, croissant, dan banyak lagi, lidah tetap merindukan rasa makanan Indonesia.

Beruntung saat ini, khususnya di Belanda, sangat mudah untuk menemukan aneka bumbu dan bahan masakan Indonesia (Asia). Mau tahu dan tempe sampai laos daun salam juga sangat mudah, murah dan bisa dibeli setiap saat.

Kembali ke makan bersama tadi. Ketika kita berkumpul (contoh kasus di Belanda), ada yang mampu memasak sendiri dalam jumlah yang banyak. Tapi ada pula yang memesan masakan ke teman-teman yang memiliki usaha catering. Kalau acara kumpul-kumpul itu untuk kepentingan bersama, maka masing-masing akan membawa berbagai jenis makanan sesuai dengan kesepakatan bersama.

Bagaimana kalau mau memasak sendiri dalam jumlah yang banyak?
Biasanya ada beberapa hal yang saya lakukan:
  1. Siapkan daftar menu yang praktis dan mudah dimasak sendiri
  2. Buat daftar barang/bahan masakan yang akan dibeli
  3. Buat rencana waktu/jadwal memasak
  4. Buat rincian masakan yang bisa dibekukan
  5. Siapkan perlengkapan makan beberapa hari sebelumnya (atur bersama dengan anak dan suami)
  6. Usahakan sehari sebelumnya, semua sudah siap
  7. Di hari H-nya, tinggal memasak yang benar-benar segar seperti salad

dinsdag 15 september 2015

Memasak dan berbagi

Hari ini, saya memasak tempe pedas. Mengapa? selain suka juga karena masih memiliki lombok yang cukup banyak. Beruntung di Belanda ini, sangat mudah dan relatif murah untuk membeli tempe dan bumbu-bumbu lainnya.

Ketika mau memasak makanan Indonesia, biasanya ada rasa enggan karena suami dan anak tidak selalu menyukai dan mau ikut makan. Kalau mau masak dalam jumlah porsi sedikit, sayang tenaga dan waktu. Tapi kalau mau masak banyak, nanti siapa yang mau ikut makan dan bagaimana menyimpannya?

Biasanya, pilihan terakhir yang dipakai. Saya akan memasak dalam jumlah yang cukup banyak. Alasannya adalah masakan akan bisa dibagi dengan teman-teman dan bisa menyimpannya di dalam freezer. Dengan demikian, di saat repot dan ada rasa ingin, tinggal memanaskannya.

Dengan berbagi, ada rasa bahagia tersendiri.
Hari ini, saya berbagi tempe pedas dengan teman.
Ternyata dengan berbagi, rasa persahabatan semakin menguat dan selain itu, saya juga mendapatkan makanan lainnya.

dinsdag 12 mei 2015

Kreatif memasak tanpa resep






Di masa saya kecil, anak perempuan masih diarahkan untuk bisa memasak. Cara belajarnya tidak perlu ke sekolah melainkan ikut membantu memasak setiap hari. Kegiatan memasak itu menjadi ajang belajar yang paling bagus dan gratis. Berbeda dengan saat ini, di sekitar saya, ada banyak perempuan yang tidak bisa memasak. Ada masanya, anak-anak tidak diarahkan untuk bisa memasak. Mereka diarahkan untuk lebih menekuni pendidikan di bangku sekolah.


Di Belanda, ada banyak sekali kursus atau workshop memasak. Minat untuk mengikuti workshop itu terlihat tinggi. Mereka menawarkan berbagai macam workshop masakan. Bahkan dan perempuan Belanda yang berani memberi workshop masakan Indonesia dan Thailand.

Meskipun saya termasuk lahir di generasi yang agak tradisional, perempuan diharapkan bisa memasak, tapi sebenarnya, saya tidak tidak begitu pandai memasak seperti generasi ibu. Saya lebih suka memakai cara dan imajinasi sendiri ketika memasak. Tidak selalu memakai resep baku ketika memasak. Pernah suatu ketika, ibu saya mengatakan kalau saya tidak bisa memasak. Mungkin maksud beliau adalah, saya tidak bisa memasak seperti beliau yang menggunakan resep baku.

Ketika mulai hidup di Belanda, saya perlu belajar dengan berbagai hal yang baru termasuk dalam proses memasak. Memang di sini ada banyak bumbu dan bahan-bahan memasak seperti di Indonesia tapi tidak semua tersedia. Dengan demikian, saya perlu kreatif dalam proses memasak.

Bersyukur, sejak kecil, saya suka menggunakan cara dan metoda yang tidak biasa. Dengan bahan dan peralatan yang ada, saya mencoba memasak berbagai jenis masakan. Setiap hari, menjadi tantangan tersendiri yang menyenangkan untuk memasak.

Kalau masih belum percaya diri, gunakan buku resep untuk menjadi sumber ide. Lihatlah jenis bahan pangan yang ada kemudian kembangkan ide yang didapat dari buku. 


maandag 6 april 2015

Cooking with the kids: kemandirian dan kebebasan

Kemarin hari minggu, hari cerah dan agak hangat.
Suhu sekitar 10 derajat celcius.
Kami bersepeda menyusuri desa desa pertanian.
Route yang kami ambil adalah route yang menggambarkan sejarah perkembangan daerah di luar kota kami.
Route yang kami tempuh adalah sekitar 40 Km.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, aku selalu tertinggal karena selain capai, aku tidak bisa bersepeda cepat.
Seringkali suami dan anak kami berhenti dan menunggu.

Ketika hampir memasuki kota, Cp anak kami berkata:¨ Mama khan capai, aku akan memasak untuk kita sore ini¨.
Hatiku terharu dan bangga akan tekad dia untuk memasak.
Aku mengatakan akan membantu tapi dia bilang, tidak perlu. Mama cukup duduk nonton TV saja sementara aku memasak.

Sesampainya di rumah, kami istirahat sebentar minum teh dan makan cake yang CP buat hari rabu kemarin.
Jam 17.00 dia mulai menyiapkan bahan masakan dan peralatannya.
Aku bangga melihat dia yang melakukannya dengan senang dan trampil.

Kemudian, aku tawarkan bantuan untuk membuat salade sehingga bebannya jadi lebih ringan.
Dia mengiyakan.
Sambil bekerja kami berbincang-bincang dan bercanda.
Salah satu bahan pembicaraan adalah kebebasan yang kita miliki jika kita bisa memasak.

Bebas merdeka untuk menentukan apa yang kita masak.
Bebas menentukan waktu dan cara memasak.
kebebasan itu hanya kita miliki jika kita trampil memasak.


Selanjutnya Cp melanjutkan sendiri acara memasaknya.
Apa yang dia masak?
Kentang rebus, brocoli, beefsteak dan soup tomat.

zondag 14 december 2014

Membuat Roti tawar










Kadang kami membuat roti sendiri di akhir pekan.
Keharuman roti yang hangat dari oven sangat menggoda.

Cp sangat suka membuat adonan roti sendiri.
Saya mengatakan kalau dia itu seperti tukang sulap.
Kadang kami menggunakan adonan instant dari pabrik.
Kadang kami membuat sendiri adonan dari tepung gandum, air, gist dan garam sedikit.
Membayangkan tepung gandum yang diuleni kemudian bisa menjadi roti yang enak itu seperti magic.

Campur tepung gandum, air hangat, sedikit minyak goreng dan gist.
Uleni adonan itu.
Kadang perlu juga memukul-mukul adonan di atas meja.
Setelah adonannya kalis (tidak lengket di tangan), simpan dalam wadah dan tutup dengan serbet bersih sekitar 30 menit - 1 jam sampai adonan mengembang.
Masukkan ke dalam oven ..
Selanjutnya tinggal menunggu dan ... keharuman roti akan membahana di dalam rumah.
Sim sala bim ... roti segar dan sehat bisa kita nikmati

Selain menjadi tukang sulap, membuat roti bisa mengalahkan rasa stres.
Salurkan kemarahan, kefrustasian dan kegelisahan dengan menguleni dan memukul-mukul adonan roti.
Setiap pukulan adalah pukulan untuk mengusir stres.
Semua pukulan itu akan berubah menjadi sesuatu yang enak ..
Mau mencoba?




zondag 30 november 2014

Memasak dengan bahagia


Setiap kali memasak, saya ditemani radio dan CD player.
Jika sedang ingin mengikuti perkembangan dunia, radio akan menyuguhkan berita-berita dan analisa tentang kejadian di sekitar kita. selain mendengarkan informasi, saya suka sekali menikmati alunan lagu-lagu sembari memasak.

Anakku Cp seringkali mengatakan kalau mama itu ¨gila¨karena memasak sambil berjoged dan bersenandung.

Mengapa tidak?

Ja, memasak sambil bersenandung atau bergoyang-goyang membuat kita bahagia dan kegiatan memasak juga tidak membosankan.

Tra la la la ... (-:


dinsdag 7 oktober 2014

Posisi panci di atas kompor

Seperti pernah saya tulis bahwa blog ini menampilkan hal-hal kecil dan yang kelihatan sepele dalam proses memasak. Nah, pada suatu kesempatan, saya belajar dari ibu mertua tentang keselamatan dalam memasak.

Sebelumnya, saya tidak pernah memperhatikan posisi panci atau wajan di atas kompor ketika memasak. Sampai suatu ketika, saya menginap di rumah  mertua. Pada waktu itu, dia selalu meletakkan panci, ketel atau wajan di bagian paling belakang, di dekat tembok. Bukan di bagian yang langsung bersinggungan dengan tubuh kita.

Hal itu saya tanyakan pada ibu mertua. Dia kaget dan kemudian dia menjawab:¨Belum pernah ada orang yang mengajukan pertanyaan seperti ini¨.
Kemudian, sambil tersenyum, dia melanjutkan kalau hal itu merupakan cara yang paling aman ketika memasak. Bayangkan, kalau pancinya terguling dan isinya tumpah? jika panci itu terletak di depan kita maka isi akan langsung mengena tubuh kita.

Äha ...!¨ benar juga penjelasan ibu mertua.

Selanjutnya informasi itu terus saya sampaikan ke anak kami. Biar dia juga selalu memahami akan resiko ketika memasak dan mengetahui cara yang aman ketika memasak.

zaterdag 4 oktober 2014

Memisahkan bagian telur merah dan putih

Pagi ini, Cp aankku membuat cake. Ada satu hal yang dia kurang percaya diri dan kadang gagal, yakni ketika dia memisahkan bagian telur putih dan merah. Meskipun dia ragu, aku dorong terus agar dia tetap berusaha sendiri.

Tadi dia sudah mencoba dan berteriak kalau dia melakukan kesalahan. Ada bagian telur merah yang menetes di bagian telur putih. Kemudian dia memintaku untuk membantunya. Setelah selesai, dia melanjutkan sendiri kegiatan memasaknya.

Ternyata dia terlalu kuat ketika memecahkan telurnya sehingga bagian telur merahnya pecah. Akibatnya, kalau tidak hati-hati, bagian telur merah itu akan terjatuh ke bagian telur putih.



Ketika Cp masih kecil, dia saya ajari sebuah cara yang mudah. Telur kita pecahkan kemudian dimasukkan melalui alat funnel . Bagian telur putih akan mudah meluncur ke baskom.

Saat ini, dia sedang mencuci peralatan yang dia pakai.

Tips:

Berilah kepercayaan pada anak
Ketika anak melakukan ¨kesalahan¨, bantulah kalau dia meminta
Berikan tips padanya agar kesalahan itu tidak terulang kembali
Ajarkan agar dia selalu membersihkan dapur setelah selesai memasak
Beri dia penghargaan: acungan jempol jempol, bravo


dinsdag 16 september 2014

Belajar memasak untuk anak?

Biasanya seorang anak akan tertarik untuk  belajar memasak. Ketertarikannya akan menurun dan bisa hilang jika tidak didukung secara positif.
Kadang secara tidak sadar, kita akan ¨mengusir¨ anak kita ketika kita memasak.
Âyo pergi sana, mama sedang memasak¨ atau,
¨Belajar sana saja daripada mengganggu mama¨

Reaksi kita itu akan menurunkan minat anak-anak untuk aktif memasak di dapur. Ketika anak-anak menunjukkan minat untuk memasak, sebaiknya kita membuka diri dan mendorong mereka agar belajar dan mampu untuk memasak. 



Sejak kecil,anakku, CP suka memperhatikanku ketika memasak. Karena tidak punya teman atau saudara yang membantu menjaganya, aku biasanya menaruh CP di atas meja dapur. Dia mengamati dan seringkali ikut ¨membantu¨. Pelan-pelan dia mulai kulibatkan untuk memasak. Kini, dia sudah bisa membuat nasi goreng, mie goreng, sate, pancake dan cake pandan. Dia juga belajar memasak di sekolahnya. Ada beberapa resep yang dia kuasai, sebagian besar adalah masakan Eropa.

Dulu dia tidak suka makan daging. Pelan-pelan, aku kenalkan masakan daging dalam bentuk sate. Kini dia sangat suka sate. Karena dia suka sate maka kuajarkan untuk membuatnya sendiri. Ketika dia kuajari menguleg bumbu, dia tertawa geli. Tidak sia-sia latihannya, kini dia bisa membuat sate sendiri. Tapi ada tapinya, dia belum berani untuk memotong daging ayamnya sendiri. Ini tantangan untuk langkah berikutnya.

Memasak tidak hanya untuk anak perempuan saja melainkan untuk anak pria. Ketrampilan ini akan meningkatkan kemandirian mereka di masa depan. Selain itu, mereka juga akan memiliki rasa bangga karena bisa memasak. Jika pada suatu saat kita tidak bisa memasak, mereka bisa menyiapkan masakan sendiri tanpa perlu khawatir. Selain hemat, sehat juga murah.

Tips agar anak kita mau belajar memasak:

1. Ajak anak-anak sejak dini untuk mengenal dapur
2. Kenalkan mereka peralatan dapur dengan gaya bermain
3. Ajarkan anak-anak tentang keamanan memasak
4. Mulailah dengan mengenal bumbu-bumbu
5. Mulailah dengan memasak masakan sederhana
6. Kumpulkan resep-resep bersama anak-anak
7. Pilih menu makanan bersama
8. Dorong anak untuk mau memasak bersama
9. Beri mereka penghargaan setiap kali mereka mau terlibat aktif di dapur