Posts tonen met het label Resep. Alle posts tonen
Posts tonen met het label Resep. Alle posts tonen

woensdag 13 december 2017

Resep Nasi tim ayam




Kadang kita ingin sekali memiliki variasi menu tapi susah mendapatkan ide. Terlebih ketika waktu yang dimiliki juga sedikit. Beberapa kali saya mencoba mengatasi masalah tersebut dengan cara memasak nasi tim komplit.

Memasak nasi tim memiliki keuntungan tersendiri yakni dalam satu mangkuk kita sudah memiliki menu yang cukup komplit. Selain relatif mudah memasaknya juga sangat cocok disajikan untuk anak balita dan manula.

 Bahan:

  • 100 gram beras
  • 50 gram kacang hijau atau kacang merah
  • 100 gram daging ayam (bisa juga ikan nila, misalnya) rebus dulu, air kaldu bisa untuk memasak beras dan kacang hijau
  • 30 gram daun bayam, iris-iris sesuai selera
  • 30 gram wortel, iris-iris sesuai selera
  • 1 batang daun bawang, iris-iris
  • 2 butir bawang merah, iris tipis-tipis
  • 1/2 sdt garam
  • 1 tomat, iris halus


Cara memasak:


  • Rebus beras dan kacang hijau/merah dengan air secukupnya. Setelah air meresap, tambah air kaldu ayam sampai setengah masak. Jika ingin benar-benar lembut, masak beras dan kacang-kacangan sampai matang.
  • Tambahkan daging ayam (atau ikan), tomat, wortel, daun bawang, bayam, irisan bawang merah, garam. Aduk rata kemudian masukkan campuran nasi itu ke dalam pinggan atau mangkuk tahan panas
  • Kukus selama 30 menit hingga matang
  • Angkat dan sajikan panas-panas

* Tips: menu ini bisa dipakai untuk mengenalkan berbagai jenis sayuran dan kacang-kacangan ke anak-anak. Untuk pertama kali, iris tipis-tipis sayurannya sehingga anak-anak lebih mudah untuk mengunyahnya.

Selamat mencoba




maandag 4 december 2017

Resep Bumbu Urap

Bayam dan kenikir dari kebun sendiri


Sejak memiliki kebun sayur, perlu memiliki banyak ide agar bisa mengolah sayuran dengan banyak variasi. Bayam bisa diolah dengan banyak resep. Mulai dari resep Indonesia sampai resep Eropa. Tapi selera tetap saja Indonesia, yaitu urap sayuran dan pecel.

Bersyukur di sini, sangat mudah mendapatkan kelapa, baik yang segar maupun kelapa parut. Jadi untuk membuat bumbu urap tidaklah sulit. Demikian pula dengan bumbu pecel, tidak perlu repot membuat sendiri tapi bisa membeli bumbu pecel jadi. Kalaupun mau membuat bumbu pecel sendiri, kacang dan bumbu-bumbu tersedia di toko.

Kali ini saya akan menampilkan resep bumbu urap yang selama ini kami pakai. Keluarga di Yogya selalu menggunakan kelapa dari kebun sendiri sehingga urapnya sangat segar. Biasanya, kelapa yang dipakai adalah yang agak muda sehingga rasanya lebih gurih dan tidak keras.


Bumbu Urap 

Bahan:

1 butir kelapa agak muda, kupas dan parut memanjang

Bumbu dihaluskan:

6 buah cabai merah (kalau mau kurang pedas, hilangkan bijinya)
5 siung bawang putih
2 sendok teh ketumbar
1 buah kencur (biasanya sepanjang jari kelingking)
6 lembar daun jeruk purut (iris tipis-tipis)
2 sendok teh garam
gula jawa sesuai selera

Cara membuat bumbu urap:

  1. Haluskan semua bahan bumbu
  2. Parut kelapa yang sudah dikupas
  3. Campur parutan kelapa dengan bumbu halus
  4. Bungkus dengan daun pisang
  5. Kukus sampai matang (sekitar 15 menit)
Bumbu urap ini bisa dibekukan dan disimpan di dalam freezer.  Simpan dalam kantong-kantong plastik sesuai porsi yang akan digunakan.

Selamat mencoba.







vrijdag 27 oktober 2017

Resep lemper


Beberapa waktu yang lalu, seorang tetangga datang untuk minta resep lemper dan agar saya mengajarinya membuat lemper. Sudah lama sebenarnya saya tidak membuat lemper sendiri. Meskipun kangen tapi malas untuk membuatnya. Bagaimana tidak? mau makan 1 lemper tapi sayang kalau hanya membuat sedikit. Selama di Belanda ini, saya baru 2 kali membuat lemper sendiri. Padahal dulu ketika di Yogya, seringkali membuat lemper bersama keluarga.

Lemper merupakan makanan tradisional Indonesia. Mungkin kita bisa menjumpai berbagai variasi menurut daerahnya. Ada yang rasanya gurih ada pula yang lebih asin. Isi lemper juga ada bermacam, ada yang terbuat dari daging sapi, ada yang dari parutan kelapa, ada yang terbuat dari abon ikan atau abon ayam dan abon daging sapi. Meskipun demikian, menurut saya, semua lemper enak.

Dalam blog ini, saya membagi pengalaman sejak kecil. Lemper ini selalu menjadi suguhan bagi tamu ketika kami memiliki hajatan. Tidak lengkap rasanya kalau tidak ada lemper. Ketika saya kecil, keluarga, terutama keluarga nenek dan kakek akan selalu membuat lemper dalam jumlah yang amat sangat banyak ketika mereka memiliki pesta atau hajatan tradisional (mulai dari pesta pernikahan, tujuh bulanan, kelahiran sampai tradisi kematian). Saya rasa pada waktu, mereka seringkali sibuk dengan berbagai acara hajatan. Mereka selalu membuat lemper dan jajanan lainnya dalam jumlah yang sangat banyak. Mengapa? karena mereka memiliki keluarga dan sanak keluarga yang sangat banyak.

Para tetangga dan keluarga akan berdatangan dan selama berhari-hari, mereka akan memasak. Saya senang membantu mereka juga. Salah satu alasannya adalah bisa sesekali ikut mencicipi ketan dan isinya yang masih panas. Pada waktu itu, saya tidak memperhatikan proses memasak beras ketan dan isinya. Saya tinggal membentuk adonan ketan dan isi menjadi lemper.

Baru setelah remaja, saya mulai belajar membuat lemper di rumah sendiri. Tidak ada orang lain yang membantu sehingga, mau tidak mau, saya dan ibu membuat lemper sendiri. Mulai mengupas dan memarut kelapa segar sampai membuat isi lemper. Juga ketika membungkus lemper dan mengukusnya.

Ketrampilan itu sangat berguna ketika merantau. Saya bisa membuat lemper sendiri. Tapi ketika tetangga minta agar saya mengajarinya, tetap saja saya keder dan ragu. Lha saya membuat lemper tanpa memikirkan caranya, bagaimana mengajarinya?

Setelah mencoba membuat lemper sendiri dan memperhatikan takarannya, saya mengajari tetangga. Dalam proses belajar itu, saya mencoba mengubah beberapa cara tradisional sesuai peralatan dan bahan yang tersedia. Misalnya tidak perlu menggunakan daun pisang dan mengukusnya kembali.

Resep Lemper

Bahan:

500 gram beras ketan (rendam 1 jam)
2 lembar daun salam
2 batang serai
1 1/2 sdm garam
250 ml santan

Isi:

400 gram daging ayam (bisa daging filet dada atau bagian tepong dan paha)

 Bumbu dihaluskan:

10 buah bawang merah
8 buah bawang putih
2 serai
2 daun salam
1 1/2 sdm garam
2 sdt ketumbar halus
8 butir kemiri
1/2 sdt merica/lada
300 ml santan
Minyak goreng untuk menumis bumbu halus

Cara memasak:

  •  Rebus daging ayam sampai lunak dengan air secukupnya
  • haluskan semua bahan bumbu
  • Siapkan wajan dan masukkan minyak goreng secukupnya untuk menumis
  • Tumis bumbu sampai harum baunya
  • masukkan santan
  • Masukkan daging ayam yang sudah disuwir-suwir kecil ke dalam bumbu
  •  Aduk-aduk secara merata dan teratur, setelah mendidih,  pakai api kecil
  • Biarkan sampai bumbu meresap dan tidak berair lagi
Dalam waktu yang bersamaan

  •  Kukus beras ketan sampai setengah matang (20-25 menit)
  • Rebus santan beserta daun salam, serai dan garam sampai mendidih tapi jangan sampai pecah santannya.
  • Setelah beras ketan setengah matang, keluarkan dari kukusan dan masukkan ke dalam wadah yang tahan panas.
  • Siram ketan itu dengan adonan santan yang masih panas sampai habis dan terserap oleh ketan
  • Tambah air ke dalam panci kukusan dan biarkan mendidih
  • Masukkan adonan ketan dan santan ke dalam kukusan 
  • Kukus sampai ketan matang (25 menit)
Setelah matang, masukkan ketan ke dalam wadah tahan panas kemudian tekan-tekan dengan stamper crush atau dengan sendok sayur yang besar. Tujuannya adalah agar ketannya menjadi lembut dan mudah dibentuk. Dulu, ketika masih banyak orang yang membantu, setiap lemper dilembutkan sendiri dengan tangan kemudian dibungkus dengan daun pisang. Ketika membuat lemper sendiri, cara itu memerlukan waktu dan energi yang cukup lama.

Setelah ketan menjadi lembut, ambil sebanyak kira-kira setengah kepal kemudian isi dengan adonan daging. Kita bisa membentuknya lemper lonjong atau bulat.

Alternatif lainnya adalah dengan cara membuat lemper ala lapis Surabaya.

Letakkan setengah adonan ketan dalam pinggan tahan panas kira-kira dengan ukuran 30 x 20 x 8 cm kemudian beri adonan daging di atasnya kemudian lapisi lagi dengan adonan ketan. Setelah selesai, tinggal memotong-motongnya sesuai selera.

Selamat mencoba.

Salam,
dp

dinsdag 17 oktober 2017

Resep nasi kuning


opor ayam pelengkap nasi kuning

Beberapa kali, saya diminta beberapa organisasi atau club untuk memasak makanan Indonesia. Mereka merayakan hari jadi club atau organisasi. Oleh karena acaranya seperti syukuran maka saya memasak nasi kuning ditambah nasi biasa.

Nasi kuning biasanya disajikan dalam bentuk tumpeng. Hal ini menandakan ucapan syukur ke Tuhan. Pelengkap nasi kuning adalah opor ayam, sambal goreng kreni, sambal kering tempe, telur dadar tipis, rempah, abon dan irisan ketimun. Biasanya saya tambah urap sayuran dan kerupuk.

Dulu ketika masih membantu ibu memasak nasi kuning, kami tidak pernah menakar bahan-bahannya. Santannya diperas dari kelapa segar tanpa menakarnya. Demikian juga untuk bumbu-bumbunya. Semuanya serba otomatis dan tanpa dipikir terlebih dahulu karena sudah biasa. Tinggal cemplang-cemplung. Berbeda ketika memasak sendiri. Saya menjadi kurang percaya diri. Meskipun dulu sering memasak nasi kuning tapi tidak pernah memperhatikan takarannya.

Bersyukur sekarang kita bisa melihat resep aneka masakan dengan serba mudah. Setelah melihat resep kita bisa memasak sendiri dengan mudah. Resep yang tertulis juga kembali mengingatkan memori kemampuan memasak.

Berikut ini resep nasi kuning yang biasa saya pakai.

 Nasi kuning

 Bahan:

  • 800 gram beras
  • 1 liter santan (dari 1 butir kelapa)
  • 2 sendok makan kunyit parut (panggang/bakar kunyit terlebih dulu sampai harum baunya) 
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • 2 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 1 sdm garam

Cara memasak:

  • Cuci bersih beras dan tiriskan sebentar
  • Kukus beras setengah matang (25 menit)
  • Tuang nasi setengah matang ke dalam wadah anti panas atau panci
  •  Dalam waktu bersamaan, larutkan kunyit dalam santan, masak bersama daun salam, serai dan garam sampai mendidih tapi jaga jangan sampai pecah santannya. Diaduk dengan seksama sampai kunyitnya merata. Pakai api sedang sehingga tidak cepat mendidih dan aroma serai dan salam lebih terasa dan terserap oleh santan.
  • Tuangi nasi setengah matang dengan santan mendidih. Aduk rata sampai santan habis terserap oleh nasi setengah matang.
  • Kukus sampai matang (25 menit).

Tips: 
Jika ingin membuat nasi kuning tumpeng dengan lebih mudah, tambah beras ketan sekitar 100 gram. Atau jika tidak memiliki beras ketan, rendam berasnya terlebih dulu sekitar 1 jam sebelum dikukus.